Jelang Penutupan Tax Amnesty, Pajak Mikro di Jateng Sentuh Rp 300 M

METROSEMARANG.COM – Menjelang berakhirnya program pengampunan pajak (tax amnesty) di bulan ini, uang tebusan dari para pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah telah mencapai Rp 300 miliar. Tax amnesty yang dimulai 1 Januari 2016 kemarin, akan berakhir 31 Maret 2017 nanti.

Pojok pajak di Mall Ciputra. Foto: twitter.com/fandagri

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I, Irawan, menyebut penerimaan pajak mikro kali ini naik tiga kali lipat dibanding target semula senilai Rp 110 miliar.

Ia pun menuturkan, menjelang penutupan tax amnesty, dirinya masih menggenjot penerimaan pajak dari para pengusaha lokal. Ia pun menargetkan saat 31 Maret nanti mampu mengumpulkan pendapatan pajak hingga Rp 500 miliar.

“Tapi untuk saat ini, raihan pajak UMKM sudah sebanyak Rp 300 miliar. Animo warga ikut tax amnesty memang sangat tinggi. Padahal target kita cuma kisaran Rp 110 miliar saja,” ungkap Irawan, saat memantau pembayaran SPT di Pengadilan Tinggi Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (23/3).

Meski begitu, secara keseluruhan lembaganya masih ingin meraup penerimaan pajak secara umum untuk wilayah Pantur Jateng sebanyak Rp 31,6 triliun. Sedangkan untuk Jateng bagian selatan ia berharap bisa mendapatkan pajak Rp 20 triliun.

“Sehingga keseluruhan Jateng Rp 51 triliun,” cetusnya. Makanya, ia akan menyasar kontribusi 7 persen lagi dari total penerimaan pajak nasional Rp 1.300 triliun.

Saat memantau pembayaran SPT di Pengadilan Tinggi, ia melihat tingkat kepatuhan pajak oleh aparat penegak hukum hampir menyentuh 100 persen. Tiap polisi, pegawai negeri sudah membayar pajak. Ia berharap kondisi ini bisa dipertahankan sehingga mampu mendukung program pemerintah pusat.

“Relatif tinggi tingkat kepatuhan mereka. Mendekati 100 persen,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.