Jelang Pilgub, Bawaslu Tekankan Anggota Panwascam Pegang Teguh Kode Etik

METROSEMARANG.COM – Menjelang Pilgub Jateng, Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Saka berpesan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) harus berpegang pada kode etik dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Kode etik yang dimaksud adalah sumpah/janji yang diucapkan saat anggota Panwascam dilantik.

Pelantikan puluhan anggota Panwascam Kota Semarang di Hotel Pandanaran, Minggu (15/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Panwascam dalam menjalankan tugas harus berdasarkan pada kode etik berbasis pada sumpah yang diambil saat pelantikan,” kata Fajar saat menghadiri pelantikan 48 Panwascam Kota Smarang di Hotel Pandanaran,  Minggu (15/10).

Pada kesempatan yang sama, Fajar juga mengajak anggota Panwascam untuk menegakkan tagline Bawaslu yaitu “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan Panwascam menjadi ujung tombak untuk mewujudkan pemilu yang jurdil dan luber. Terlebih tahun ini sebagai bagian proses menuju Pilgub Jateng 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

“Karenanya Panwascam harus netral sehingga obyektif di mata peserta. Karenanya aturan harus diugemi,” tegas Hendi.

Ketua Panwaslu Kota Semarang,  Muhammad Amin menambahkan ada 16 kecamatan di Kota Semarang dengan masing-masing tiga orang anggota Panwascam.

“Selanjutnya akan dibentuk PPL di 177 di kelurahan dan sebagai ujung tombak di masing-masing TPS, akan dibentuk pula kurang lebih dari 2.643 Pengawas TPS di Kota Semarang,” imbuhnya.

Camat Tembalang, Heroe Soekandar pun berharap Panwascam mampu melaksanakan tugas dan wewenang sesuai sumpah dan janji yang diucapkan. “Kami siap memfasilitasi kinerja Panwascam sesuai bagian kami,”. (far)

You might also like

Comments are closed.