Jelang Pilwakot, Panwaslu Babat Habis Baliho Provokatif

Petugas Satpol PP Kota Semarang mencopoti alat peraga kampanye di salah satu ruas jalan. Foto: metrosemarang.com/dok
Petugas Satpol PP Kota Semarang mencopoti alat peraga kampanye di salah satu ruas jalan, beberapa waktu lalu. Penertiban serupa bakal semakin digencarkan hingga masa tenang, 7-8 Desember mendatang. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Dua minggu menjelang Pilwakot Semarang 2015, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kian gencar menertibkan atribut kampanye di Semarang yang menyalahi aturan. Bahkan, baliho bernada provokatif pun ikut dibabat habis oleh petugas pengawas pemilu.

Ketua Panwaslu Kota Semarang Muhammad Amin, mengatakan sebuah baliho raksasa yang bernada provokatif di Jalan Dr Sutomo sejak Selasa (241/11) malam kemarin dipereteli oleh petugasnya. “Itu bunyinya sangat provokatif sehingga terpaksa kami copoti,” akunya, Rabu (25/11).

Amin menjelaskan, baliho besar yang dipereteli tersebut milik salah satu kandidat Wali Kota Semarang. Bunyinya pun, kata dia, sudah kelewat provokatif yakni “Nomor 1 di Coblos, No 2 dilipat, No 3 dimasukan”. Agar tidak menimbulkan hal-hal buruk, baliho berukuran 4×6 meter itu dipereteli memakai bantuan mobil tangga (truck crane).

Tak hanya itu saja, petugas gabungan dari segala unsur kedinasan terkait juga bertahap menurunkan 60 baliho raksasa milik para calon wali kota. “Banyak yang tak berizin makanya baliho dan ratusan spanduk serta poster liar terus kami tertibkan,” kata Amin.

Di tempat terpisah, Kepala Kesbangpolinmas Kota Semarang Kuncoro Himawan mengaku cukup terbantu dengan adanya mobil tangga untuk menertibkan alat peraga kampanye ilegal di sejumlah jalan raya. “Cukup membantu untuk mengangkut alat kampanye yang besar-besar,” tuturnya.

Penertiban alat kampanye ini akan terus digiatkan hingga memasuki masa tenang pada 7-8 Desember 2015. Pelibatan petugas gabungan akan dikerahkan untuk menertibkan alat kampanye seharian penuh. (far)

You might also like

Comments are closed.