Jelang Pitulasan, Bendera Merah Putih Padati Kawasan Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Menjelang perayaan hari kemerdekaan RI ke-72, para pedagang bendera merah putih mulai memadati Kota Semarang. Di kawasan Kota Lama Jalan Letjen Suprapto, terdapat puluhan pedagang bendera yang telah menggelar dagangannya sejak pagi hari.

Penjual bendera memadati kawasan Kota Lama Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Sudah empat hari saya jualan di sini. Hasilnya lumayan, tiap hari laku 5-7 potong bendera,” ujar Didin Khaerudin saat ditemui metrosemarang.com di pinggir Jalan Letjen Suprapto, Sabtu (5/8).

Pria asli Tasikmalaya ini mengaku sudah enam tahun terakhir berjualan bendera di Semarang. Selama ini pula ia rela berjualan sejak pagi buta hingga matahari terbenam. “Biasanya saya jualan pukul 07.00 WIB-17.00 WIB,” katanya.

Didin bilang harga tiap bendera bervariasi. Harga termurah yang patok sebesar Rp 25 Ribu dan yang termahal Rp 75 Ribu tergantung ukuran bendera. Sedangkan hanya umbul-umbul sepanjang 4 meter mulai Rp 35 Ribu-Rp 45 Ribu.

Ia memperkirakan permintaan akan meningkat pesat pada 10 Agustus nanti. Didin optimistis mampu menangguk untung berlipat saat perayaan pitulasan berlangsung.

Tak hanya itu saja. Saat hari kemerdekaan RI tiba, banyak warga Semarang yang berbondong-bondong membeli bendera merah putih untuk dipasang di masing-masing rumahnya.

“Lumayan untungnya ketimbang jualan di Tasik kurang laku. Di sana orang-orang enggak pernah ganti bendera. Beda dengan Semarang, setiap tahun  warganya pasti membeli bendera yang baru,” terangnya.

Ukuran bendera yang paling besar sering diborong sama kantor-kantor pemerintahan.

Saat berjualan bendera, Didin mengaku tak sendirian. Ia mengatakan ada 30 temannya dari Tasikmalaya dan Cimahi yang ikut berjualan bendera di sepanjang jalanan Kota Lama.

Metrosemarang.com memantau deretan bendera merah putih yang dijajakan oleh pedagang memenuhi pinggir Jalan Letjen Suprapto. Para pedagang bendera tersebar di sejumlah titik mulai depan Gedung 3D, Spiegel serta Satlantas Blenduk.

“Saya jualan sampai tanggal 16 Agustus besok. Di sini saya ngontrak rumah di Kaligawe Rp 300 Ribu selama dua minggu. Harapan saya ya mudah-mudahan nanti dapat untung banyak,” jelas bapak empat anak tersebut.

Senada, Rosidi juga berharap bahwa dirinya bisa meraup pundi-pundi uang berlipat dari hasil berjualan bendera merah putih. “Tapi biasanya laris diburu pembeli saat dekat perayaan Agustusan,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.