Jelang PON 2016, Atlet Jateng Dapat Kucuran Dana Segar

METROSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghembuskan angin segar bagi para atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, September 2016 mendatang. Pasalnya, Ganjar kini mengaku telah meneken persetujuan pencairan dana hibah untuk cabor-cabor yang bernaung di bawah KONI Jateng.

Kucuran dana ini diberikan usai pengurus KONI menyanggupi permintaan Ganjar yang ingin merevisi pola-pola penganggaran yang ada di tubuh organisasi olahraga tertinggi di Jateng tersebut.

Ganjar menyebut revisi bahkan harus dilakukan hingga tujuh kali lantaran ada beberapa hal yang tak masuk akal. “Tapi ini sudah saya teken, maka silakan bagi atlet harus mampu berprestasi lebih baik,” katanya, Rabu (15/6).

Gubernur Jateng  Ganjar Pranowo  Foto: metrosemarang.com/dok
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Foto: metrosemarang.com/dok

Saat ini, lanjut Ganjar, para petinggi KONI perlu mengubah sikapnya dalam melakukan penganggaran di internalnya. Apalagi, penyidik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2015 telah mengendus KONI terdapat realisasi Belanja Sewa belum sesuai ketentuan.

“KONI kudu tobat, harus berubah, harus memperbaiki diri. Temuan itu adalah pertanggungjawabannya,” bebernya.

Ia juga melihat ada cabor yang dananya tak sesuai, salah satunya Anggar yang pembelanjaannya tidak memadahi dan pembelian peralatannya tidak dipercaya oleh BPK. Maka saat ini adalah waktu yang tepat bagi KONI melalui pengurus cabor-cabornya untuk memperbaiki agar ke depan tidak ada temuan BPK lagi.

“Saya senang kemarin KONI tidak memberontak. Meski kemarin ada beberapa tokohnya nelpon saya dan minta saya dialog,” jelasnya.

Kepengurusan KONI selama ini memang terdapat unsur anggota DPRD. Menurut Ganjar, temuan BPK tidak terjadi jika anggota dewan yang ada di dalamnya juga bersedia melakukan pengawasan. Ke depan, pengawasan KONI ada dua, yakni Pemprov dan DPRD.

Ganjar mengisyaratkan, pola bantuan hibah untuk stimulan KONI nantinya bakal diubah. Jika saat ini diberikan secara langsung dan dikelola mandiri oleh KONI, maka nantinya perlu dialihkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora). Sehingga bisa mengontrol secara langsung.

“Maka tantangan KONI saat ini, harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pemerintah,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.