Jembatan Dukuh Slentho Kembali Hanyut Diterjang Banjir Sungai Bodri

METROSEMARANG.COM – Jembatan darurat yang melintasi Dukuh Slentho, Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal kembali hanyut terbawa banjir bandang Sungai Bodri, Selasa (12/4). Padahal, jembatan tersebut sudah dua kali hanyut dalam sebulan terakhir. Akibatnya, ratusan warga terisolasi.

Sebelumnya, pada 18 Maret 2016 silam, jembatan utama di Dukuh Slentho ambrol diterjang banjir. Jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 2,5 meter ini terputus sepanjang 8 meter.

Warga dibantu aparat TNI membangun jembatan darurat di Dukuh Slentho pada pertengahan Maret 2016. Foto: metrojateng.com/dok
Warga dibantu aparat TNI membangun jembatan darurat di Dukuh Slentho pada pertengahan Maret 2016. Foto: metrojateng.com/dok

Warga dibantu TNI dan BPBD setempat membuat jembatan darurat dari bambu. Namun, pada akhir Maret, jembatan tersebut hanyut disapu derasnya Sungai Bodri, sehingga warga kembali membangun jembatan darurat.

Tapi, lagi-lagi banjir bandang banjir bandang kembali menerjang kawasan ini, sehingga jembatan darurat yang dibuat warga hancur terbawa derasnya arus sungai. “Hujan di wilayah atas mengakibatkan debit air sungai naik dan banjir bandang menerjang wilayah ini. Jembatan darurat yang sudah dibuat hancur lagi dan warga kini terisolasi,” ujar Sakim warga sekitar.

Hanyutnya jembatan darurat ini sudah BPBD Kendal. Akibat terputusnya kembali jembatan ini akses warga yang hendak ke ibukota kecamatan terputus. Warga harus memutar mencari jalan alternatif yang jaraknya bisa mencapai 30 kilometer. Setidaknya ada 350 kepala keluarga yang sangat bergantung pada jembatan tersebut. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.