Jika Nekat Beredar di Semarang, FPI bakal Dihabisi

METROSEMARANG.COM – Ribuan warga Kota Semarang bersukacita tatkala mengetahui aparat kepolisian resmi membubarkan peresmian markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Pregiwati I, Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara. Ada 15 elemen kepemudaan yang menggeruduk rumah Zainal Abidin Petir karena santer dikabarkan akan dipakai sebagai markas ormas ekstrem tersebut.

Mediasi polisi dengan petinggi FPI Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mustofa Mahendra, Petinggi Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan alasannya menolak pembentukan markas FPI, ialah karena ormas tersebut sejak lama dikenal anarkistis dan melanggar nilai-nilai luhur yang ada pada Pancasila.

“Kami menginstruksikan kepada semua pengurus Pagar Nusa di pelosok Indonesia untuk menolak FPI. Habisi, ganyang FPI karena mereka jelas-jelas akan merubah ideologi negara Indonesia menjadi sistem Khilafah,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Tofa tersebut, Kamis petang (13/4).

Ia pun mengibaratkan sikap arogansi FPI layaknya Dajjal yang kerap berbuat onar. Makanya, ia meminta semua tokoh masyarakat bersatu untuk mengusir FPI dari Semarang.

“Habisi FPI dari muka Bumi sekarang juga,” kata putra pendiri Ponpes Soko Tunggal Tembalang, KH Nuril Arifin ini.

Ratya Mardika, Ketua Umum Gerakan Nasional Patriot Indonesia (Ganaspati) juga tegas menolak keberadaan FPI. Apapun bentuknya, katanya ormas ekstrem seperti yang dipimpin Rizieq Shihab itu harus dimusnahkan.

“Ganyang, pukul mereka jangan diberi ruang gerak sedikitpun,” ujarnya. Amuk massa yang meluas di sekitar Kelurahan Bulu Lor akhirnya membuat personel kepolisian mempertebal penjagaan di Jalan Pregiwati.

Metrosemarang.com memantau, ratusan polisi bersenjata lengkap membantu pengamanan ruas Jalan Pregiwati I. Truk lapis baja Baracuda dikerahkan ke lokasi untuk menangkal konflik antar ormas.

Aparat kepolisian memasang barikade pertahanan di tiap perempatan jalan. Setelah cukup lama berdebat, KH Sihabudin dan KH Ahmad Rofii, dua pentolan FPI Jateng dengan berjalan tergopoh-gopoh, langsung diusir dari rumah Zainal Abidin Petir.

Polisi juga mengawal pemulangan para pengurus FPI dari rumah Zainal Abidin Petir. Sekitar pukul 20.30 WIB, keduanya bahkan harus dimasukan ke Baracuda untuk menghindari amukan massa. Setengah jam kemudian massa berangsur surut. (far)

You might also like

Comments are closed.