JPO Pemuda Diklaim Sudah Prosedural, Dewan Tuding Pemkot Tak Transparan

Pembangunan JPO di Jalan Pemuda menuai kritikan karena dianggap mengganggu esetetika. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pembangunan JPO di Jalan Pemuda menuai kritikan karena dianggap mengganggu esetetika. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Protes pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilayangkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Nur Hadi Amiyanto, Pemerintah Kota Semarang mengklaim bahwa proyek tersebut sudah sesuai prosedur.

“Mengenai pemindahan lokasi JPO, sudah kami lakukan kajian dengan berbagai pihak,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informarika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agoes Harmunanto, Rabu (3/6) singkat.

Selain itu, mengenai ketakutan Kepala Dinas Pendidikan Jateng terkait iklan rokok yang mungkin saja dipasang di JPO tersebut, pihak Pemkot juga akan sangat berhati-hati.

“Dalam Perda sudah diatur tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), jadi kami tidak akan gegabah,” ujar Kabag Humas Pemkot Semarang Achyani.

Dihubungi terpisah, anggota komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Ari Purbono menilai penentuan titik JPO di Jalan Pemuda Semarang tidak trnasparan.

“Pembangunannya dilakukan pihak ketiga. Penentuan titiknya pun terkesan sembunyi-sembunyi,” kata dia. Ari menduga hal ini berkaitan dengan potensi iklan yang akan dibidik pihak ketiga tersebut.

Dia menambahkan, pembangunan jembatan kurang mengindahkan potensi keramaian penyeberang tapi mempertimbangkan potensi komersial pemasangan iklan.

Sebelumnya, keberatan juga pernah disampaikan pihak Paragon Mall. Aduan disampaikan oleh manajemen Paragon Mall, PT Cakrawala Sakti Kencana pada Oktober 2014. Protes tersebut terkait rencana pembangunan JPO di depan mal tersebut.

Dalam surat aduannya, nomor 19/PMS/DIR/X/2014, Direktur PT Cakrawala Sakti Kencana Harry A Sutopo mempertanyakan, terbitnya izin lokasi pembangunan JPO dengan nomor IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) 644/1522/BPPT/VIII/2014.

‘’Akan mengurangi estetika lingkungan area parkir Paragon Mall. Selain itu, area tersebut akan segera dibangun untuk Paragon 2. Padahal lokasi jembatan penyeberangan yang mulai dibangun berada tepat di jalan akses masuk dibangunnya Paragon 2,’’ kata Harry A Sutopo dalam surat aduannya yang diterima Komisi A DPRD Kota Semarang.

Dalam papan nama pembangunan di lokasi pembangunan JPO, diketahui pemilik jembatan penyeberangan ini adalah PT Trissi Mediatama Pariwara. Perusahaan ini mendapatkan IMB tanggal 27 Agustus 2014 dan akan mendirikan JPO satu unit dan reklame seluas 96 m2. (ade)

 

 

You might also like

Comments are closed.