JPPR Nilai Alur Dana Kampanye Marmo dan Hendi Tak Transparan

image
Pasangan calon Wali Kota Semarang, Soemarmo HS - Zuber Safawi. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kota Semarang menyebutkan, total sumbangan yang diberikan oleh parpol bagi dua pasangan calon di bursa Pilwakot Semarang 2015, mencapai ratusan juta rupiah.Sumbangan ratusan juta rupiah tersebut dalam data biaya kampanye yang diberikan koalisi parpol kepada dua calon Walikota yakni Soemarmo HS-Zuber Safawi yang dapat Rp 173 juta serta Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu senilai Rp 70,75 juta.

Meski begitu, menurut Ketua JPPR Kota Semarang, Yedi Permana, alur pendanaan kampanye bagi dua pasangan calon tersebut belum transparan. “Sebab, proses transaksi baik penerimaan-pengeluaran, pelaporan dan sumbangan masih dikelola ala kadarnya,” bebernya, Sabtu (28/11).Praktis, dengan dua aliran dana parpol yang masuk ke dua pasangan calon tersebut hanya pasangan calon bernomor urut 3 Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso yang murni tidak memakai sokongan dana parpol pengusung.

Seperti diketahui, kandidat yang diusung trio parpol Gerindra, Golkar dan PAN itu memakai dana pribadi untuk membiayai tahapan pencalonannya di bursa Pilwakot. Tak tanggung-tanggung, total dana pribadi yang dipakai Sigit mencapai Rp 6 miliar.Dana pribadi yang dipakai pasangan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso ini jadi catatan menarik tersendiri, terlebih lagi dalam sejarahnya jarang ada kandidat di Pilwakot yang berani memakai dana pribadi mencapai miliaran rupiah.Lebih lanjut, Yedi menambahkan bahwa aliran dana kampanye milik tiga kandidat Walikota Semarang perlu dikupas tuntas guna mengetahui secara riil sumber dana kampanye seminggu menjelang Pilwakot Semarang 9 Desember 2015.

“Pasangan Sigit -Agus tidak mendapat sumbangan dari partai. Tapi dua kompetitornya yakni  Soemarmo-Zuber dapat sumbangan dari partai Rp 173 juta dan Hendrar Prihadi-Hevearita mendapat Rp 70,75 juta,” ujar Yedi.Dilain pihak, Divisi Hukum Kampanye Pencalonan dan Pengawasan KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, membenarkan laporan dana kampanye yang dibedah JPPR.

“Yang dilaporkan ke KPU laporan penerimaan sumbangan dana kampenye seperti itu,” katanya.Ia mengungkapkan KPU tak bisa memverifikasi ulang apakah dana kampanye kandidat kepala daerah di Semarang sudah dilaporkan secara jujur atau belum. Pasalnya, KPU tidak memiliki instrumen audit investigatif dana kampanye. Dalam waktu dekat akan diserahkan kepada akuntan publik,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.