JTTM Siap Viralkan Objek Wisata Negeri Ngapak

pariwisata jateng
Pengurus Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Tengah menggelar jumpa pers terkait kegiatan Jawa Tengah Travel Mart 5 (JTTM) yang akan diselenggarakan 24-26 April 2018 di Negeri Ngapak Purbalingga dan Banyumas di Hotel @Hom Semarang, Kamis (12/4). (Foto: metrojagteng.com/ Anggun Puspita)

SEMARANG – Pertumbuhan sektor pariwisata mendorong munculnya potensi wisata di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mempromosikan dan mengangkat potensi yang belum terangkat Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Tengah menggelar kegiatan Jawa Tengah Travel Mart 5 (JTTM), 24-26 April 2018.

Kegiatan yang sudah memasuki tahun kelima itu akan mengangkat sekaligus memviralkan potensi wisata Negeri Ngapak, yaitu Purbalingga dan Banyumas. Ketua DPD ASPPI Jawa Tengah, Robertus Wahyu mengatakan, kegiatan tersebut menawarkan sebuah konsep perpaduan antara familiarization tour dan business to business meeting yang dilakukan secara santai, rekreatif, nonformal meeting.

“Melalui konsep open meeting kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seller dan buyer bertemu untuk mendapatkan informasi, peluang, dan menangkap atau melaksanakan transaksi bisnis,” ungkapnya dalam jumpa pers di Hotel @Hom Semarang, Kamis (12/4).

Selain itu, 40 seller dan 80 buyer dari seluruh Indonesia dan luar negeri yang diprediksi akan datang itu juga akan menjelajah objek-objek wisata di Negeri Ngapak Purbalingga dan Banyumas.

Ketua Panitia JTTM 5, Didik Haryono mengatakan, pelaku wisata baik dari Jateng dan luar Jateng akan diajak mengunjungi Purbasari Pancuran Mas, menjajal Adventure Tubing di Curug Karang, mengunjungi Kali Salak (Bukit Mbulu, Watu Gede, dan Curug Song).

“Tidak hanya berkunjung ke objek wisata, kami juga akan mengajak mereka ke industri pembuatan knalpot dan bulu mata palsu di Negeri Ngapak. Sehingga, tidak hanya potensi wisata saja yang bisa mereka ketahui tapi juga potensi budaya dan bisnis,” katanya.

Adapun, pada JTTM 5 itu pihak panitia menargetkan tidak hanya potensi wisata yang bisa terangkat tapi juga terjadi transaksi bisnis antara seller dan buyer.

“Untuk JTTM 5 ini kami menargetkan transaksi senilai Rp 700 juta. Kami optimis target tersebut bisa tercapai dan potensi wisata di Negeri Ngapak bisa terangkat karena sejauh ini mulai banyak wisatawan yang datang berkunjung ke daerah itu untuk berwisata,” tandasnya. (ang)

Comments are closed.