Jumat Tanpa Emisi, Kris Berangkat ke Kantor Diantar Teman

Jalan Menteri Supeno menjadi lokasi parkir dadakan kendaraan pegawai Pemprov Jateng. Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Jalan Menteri Supeno menjadi lokasi parkir dadakan kendaraan pegawai Pemprov Jateng. Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Larangan membawa kendaraan bermotor bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Jateng membuat Kristianto pegawai di biro Pembangunan Daerah (Bangda) memilih cara lain. Dia berangkat ke kantor diantar oleh temannya sekitar pukul 05.45 Wib.

“Kalau dulu saya sering pakai sepeda tiap hari Jumat. Tetapi karena kaki saya mulai sakit jadi jarang pakai sepeda,” kata warga Manyaran itu, Jumat (30/10).

Secara pribadi, Kris menanggapi positif kebijakan Jumat tanpa emisi yang mulai diberlakukan Pemprov Jateng. Meski demikian dia berharap solusi bagi PNS yang kebetulan memiliki tugas ke luar kantor. “Kalau mau rapat harus naik apa. Ini sih ujicoba semoga nanti ada pembenahan,” katanya.

Nafiul Haris, pegawai honorer di Pemprov Jateng mengaku masih membawa sepeda motor. Kendaraannya diparkir di halaman BRI. Dia setuju upaya mengurangi polusi di lingkungan Pemprov. Meski demikian dia melihat teknis di lapangan belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Agak merepotkan. Apalagi buat orang lapangan seperti saya. Sewaktu-waktu bisa ditugaskan ke mana-mana,” katanya.

Selain persoalan itu, menurut Haris juga masih menimbulkan persoalan baru. Pasalnya, PNS masih membawa kendaraan ke kantor. Mereka hanya memarkir di luar halaman kantor, yaitu di kantong-kantong parkir seperti Jalan Menteri Supeno, halaman BRI dan halaman gedung Dharma Wanita.

“Jalan di sekitar kantor Gubernur kan tidak terlalu besar. Kalau hari Jumat juga banyak yang berjualan, jadi bikin macet,” katanya. (arf)

You might also like

Comments are closed.