Jumlah PKL dan Hunian Bantaran BKT Membengkak

SEMARANG – Jumlah PKL dan hunian liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) ternyata tidak sesuai dengan hasil studi Land Acquisition Resettlement Action Plan (Larap). Di lapangan jumlah PKL dan hunian liar tersebut ternyata membengkak.

 

Petugas Dinas Perdagangan membongkar lapak/kios PKL bantaran Sungai BKT di wilayah Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari, Selasa (13/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dari rekapitulasi penggunaan lahan berdasarkan hasil studi Larap di Sungai BKT tercatat hanya kurang lebih ada 2.172 bangunan. Jumlah tersebut terdiri atas kios permanen PKL maupun hunian liar di bantaran BKT yang tersebar di 12 kelurahan.

Secara lebih rinci jumlah tersebut terdiri dari 1.374 PKL, 666 hunian, 38 fasum (musala, pos ronda dan toilet) dan 94 bangunan lain-lain (TPS, kandang dan rumah kosong).

Namun di lapangan, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengungkapkan secara total ada sekira 3.500 bangunan yang harus dibongkar untuk proyek normaliasi BKT. Fajar mengaku tidak ambil pusing mengenai perbedaan data itu.

“Yang jelas semua bangunan harus diratakan. Masalah ada warga yang tidak terdata, itu urusan belakang,’’ katanya, Senin (16/4).

Namun demikian, dia justeru menyayangkan tidak adanya dinas lain yang ikut turun untuk menyelesaikan permasalahan di BKT. Padahal berkembangnya permasalahan seperti selisih jumlah warga yang terdampak normalisasi tersebut, bukanlah menjadi tugas dan kewenangan dari Dinas Perdagangan.

‘’Hampir semua kelurahan hasil studi Larapnya tidak sama. Ini bukan masalah kami, tapi selama ini tidak ada OPD (Organisasi Perangkat Daerah lainnya) yang ikut turun dan hanya saya yang selalu datang,’’ tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu juga membenarkan jika hasil studi Larap tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Dia pun menyebut hal ini aneh dan dilematis karena sebelumnya sudah dihitung secara betul.

‘’Kami telah memerintahkan Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk melakukan inventarisasi dan pencocokan data,’’ tandasnya. (duh).

You might also like

Comments are closed.