Jurnalis Tribun Jateng Urung Jadi Tersangka

Jurnalis Tribun Jateng Raka F Pujangga didampingi Pimred Tribun Jateng Musyafi usai pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Jateng, Kamis (6/11) malam. Foto Metrosemarang
Jurnalis Tribun Jateng Raka F Pujangga didampingi Pimred Tribun Jateng Musyafi usai pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Jateng, Kamis (6/11) malam. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Jurnalis Tribun Jateng Raka F Pujangga belum menjadi tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Dalam pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Jateng, Kamis (6/11) sore, Raka baru diperiksa sebagai saksi.

“Raka belum atau tidak jadi tersangka, dia diperiksa sebagai saksi atas kasus ini,” kata Pimred Tribun Jateng Musyafi, usai pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan Kamis (6/11) di Ruang Subdit III Ditreskrimsus Polda Jateng mulai pukul 17.00 hingga 18.30. Pimred Tribun Jateng Musafi dan rekan jurnalis Adi Prianggoro mendampingi dalam pemeriksaan tersebut.

Musyafi menjelaskan, penyidik Mabes Polri memahami bahwa pekerjaan wartawan dilindungi UU Pers. Maka dalam menggarap kasus ini, penyidik pun menggunakan UU Pers. Dalam koridor itu, apa yang dilakukan Raka dan Tribun Jateng sudah sesuai aturan.

“Kami memuat berita bagi-bagi uang di Pasar Bulu, kami juga telah memuat hak jawab dari Fadli Zon,” katanya, usai pemeriksaan.

Kasus bermula saat Fadli Zon kampanye Pilpres di Pasar Bulu Kota Semarang, 2 Juli lalu. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu datang bersama sejumlah pedangdut, di antaranya Evie Tamala. Saat itu wartawan melihat Fadli membagi-bagikan uang pecahan Rp 50 ribu kepada warga. Kejadian itu pun ditulis sebagai berita oleh banyak media, tidak hanya Tribun Jateng dan Tribunnews.

Ketua KP2KKN Ronny Maryanto yang mengetahui berita itu kemudian melapor ke Panwaslu Kota Semarang atas dugaan money politic.

Namun Fadli Zon tak terima atas pemberitaan itu dan melaporkan empat orang ke Mabes Polri. Selain Raka, ada Ketua KP2KKN Jateng Ronny Maryanto, Hasanudin Acu editor Tribunnews, dan Direktur Tribunnews Herman Darmo.(MS-08)

You might also like

Comments are closed.