Kabur saat Razia, Pengedar Pil Koplo Terjungkal di Jalan Prof Hamka Ngaliyan

Anggit tak berkutik saat polisi menemukan ratusan butir pil koplo dari balik jok motornya. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Anggit tak berkutik saat polisi menemukan ratusan butir pil koplo di dalam jok motornya. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Operasi Zebra Candi yang digelar Unit Lalu Lintas Polsek Ngaliyan berhasil menjaring pengedar pil koplo jenis Trihexypenidyl atau dikenal Trihex. Pemilik obat penenang bernama Anggitya Romadhon (19) itu panik saat melihat ada razia lalu lintas dan berusaha kabur hingga akhirnya jatuh tersungkur.

Razia tersebut digelar di Jalan Prof Hamka Ngaliyan, Jumat (23/10) pagi. Saat itu, Anggit melintas dengan mengendarai sepeda motor Vega ZR bernopol H 4908 RP. Pemuda warga Jalan Beringin Ngaliyan tersebut baru saja ‘kulakan’ pil koplo dari Krapyak.

“Saya kaget dan bingung karena tidak bawa STNK dan SIM, saya juga membawa itu (pil koplo) makanya saya putar balik dan mencoba lari. Tapi malah terjatuh,” tutur Anggit di Mapolsek Ngaliyan.

Percobaan melarikan diri yang dilakukan pelaku tersebut justru membuat petugas curiga. Saat digeledah, ditemukan sebanyak 680 butir pil koplo yang tersimpan di dalam jok sepeda motornya. Tak hanya itu, dua butir pil juga ditemukan di saku celananya.

“Ini rencananya mau diedarkan ke Kaliwungu, Kendal. Saya semalam juga sudah minum delapan butir,” imbuh Anggit.

Dari pengakuannya, pemuda yang berprofesi sebagai tukang parkir itu mengaku membeli 1 boks Trihex isi 100 butir dengan harga Rp 110 ribu. Kemudian ia menjual lagi ke orang lain dengan harga Rp 150 ribu.

“Biasanya seminggu dua kali ambil. Satu boks untung Rp 40 ribu. Sekali beli 5 sampai 6 boks. Sudah setahunan jual seperti ini,” akunya.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Bero Supriyatin mengatakan pihaknya sebelumnya memang menerima informasi tentang peredaran pil koplo yang marak terjadi di wilayah hukumnya. Salah seorang pelaku justru berhasil ditangkap saat terjaring razia sepeda motor.

“Target melawan arus dan tidak menggunakan helm, kemudian jam 07.15 dia melintas. Sempat melawan dan menyebabkan kemacetan namun berhasil diamankan. Saat digeledah didapati 680 pil koplo di dalam jok motornya,” kata Bero.

Sementara itu, Ibu pelaku Kastiah (50) hanya bisa menangis saat menjenguk puteranya di Mapolsek Ngaliyan. Ia mengaku tidak mengetahui jika selama ini anak ketiganya menjadi pengedar pil koplo. “Saya tidak tahu kalau ternyata seperti itu (menjual pil koplo. Biasanya ikut bantuin markir,” terang Kastiah. (yas)

You might also like

Comments are closed.