KAI Recipe Bongkar Management Kesuksesan Jonan

Talk Show dalam rangka peluncuran buku berjudul KAI Recipe (Resep Kereta Api Indonesia) di Gramedia Pandanaran, Kamis (21/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono.
Talk Show dalam rangka peluncuran buku berjudul KAI Recipe (Resep Kereta Api Indonesia) di Gramedia Pandanaran, Kamis (21/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono.

SEMARANG – Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LMFEB-UI) mengadakan Talk Show dalam rangka peluncuran buku berjudul KAI Recipe (Resep Kereta Api Indonesia). Talk Show dilakukan di Gramedia Pandanaran Semarang, Kamis (21/5) sore.

Buku yang disusun selama 10 bulan ini merupakan dokumentasi dari hasil penelitian mengenai keberhasilan PT KAI lima tahun terakhir. “BUMN ini (PT KAI) menjadi percontohan di antara BUMN lain. Tidak ‘menyusu’ pada subsidi pemerintah, tetapi malah profit, terutama ketika kepemimpinan Ignatius Jonan mulai 2009 lalu,” ujar Ketua LMFEB-UI, Toto Pranoto.

Dijelaskan, ketika awal kepemimpinan Jonan, PT KAI merugi sekitar Rp 80 miliar. Ketika memasuki 2014, keadaan berbalik menjadi dan PT KAI menjadi untung sekitar Rp 980 miliar.

Sedikit rahasia yang dibongkar dalam resep manajemen PT KAI di sini adalah meningkatkan semangat kerja personelnya dengan cara menaikkan gaji dan menekan angka kerugian dengan cara sterilisasi stasiun.

“Sekarang gaji masinis mencapai Rp 10 juta per bulan yang awalnya hanya Rp 2,5 juta. Sedangkan penjaga palang pintu sekarang mencapai sekitar Rp 4 juta,” ungkap Toto.

Dalam rangka terus mengembangkan BUMN yang baik, PT KAI bahkan sedang berencana untuk mendirikan anak perusahaan baru. Saat ini sudah ada beberapa, namun dalam waktu dekat pihaknya akan membangun hotel di dekat stasiun-stasiun besar di Indonesia. (ade)

You might also like

Comments are closed.