Kala Warga Tionghoa Semarang Berebut ‘Berkah’ Dewa Bumi

METROSEMARANG.COM – Ribuan etnis Tionghoa sore ini, Minggu (13/3) tampak berbondong-bondong berebut berkah saat kirab dewa bumi dihelat di Klenteng Ling Hok Bio Jalan Gang Pinggir Semarang. Sugiyarto, warga setempat mengaku dapat dua lembar angpao saat ia meraih tubuh sang dewa yang dibopong oleh belasan orang.

“Ini saya dapat dua amplop merah. Lumayan dapat angpao saat mengarak dewa bumi di Gang Pinggir,” ujar Sugiyarto.

Secara terpisah, pengurus Klenteng Ling Hok Bio Agus Setiawan mengatakan prosesi kirab dewa bumi digelar tahunan namun tahun ini berbarengan dengan perayaan hari jadi klentengnya yang ke-150. Perayaan klentengnya diadakan tiap tiga tahun sekali.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Peserta kirab menyambangi 11 klenteng yang ada di pinggir jalan. Tadi juga ada bagi-bagi angpao bagi warga setempat,” kata Agus.

Menurutnya, jumlah peserta kirab ada 38 klenteng. Ia bilang puluhan peserta di antaranya dari Ling Hok Bio sebagai tuan rumah, Sheng Xin Tang dari Jakarta, Kwan Im Bio dari Bogor, Lam Tjeng Kiong dari Cilacap, Hok Tik Boi dari Blora, Tri Murti dari Rembang hingga Chen Sheng Tang dari Bojonegoro.

Untuk kirab klenteng, peserta berjalan kaki dari Jalan Gang Pinggir-Jalan Gang Warung-Jalan Wotgandul-Jalan MT Haryono dan kembali ke Klenteng Ling Hok Bio.

Ia mengaku beruntung Indonesia pernah punya Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Sebab, dari tokoh Muslim itulah keran kebebasan akhirnya terbuka lebar dan warga Tiongoa ikut bersuka cita.

“Dengan segala kemurahan hati Gus Dur, kami mampu menyatukan akulturasi budaya yang ada selama ini. Kami sekarang bahagia kirab klenteng juga diikuti orang pribumi. Dengan sikap pluralisme seperti ini hidup kami tenang dan damai,” terangnya.

Klenteng Ling Hok Bio memang dikenal sebagai tempat peribadatan umat Tri Dharma tertua di Kota Lumpia Semarang. Klenteng Ling di Gang Pinggir, pertama kali dibangun pada 1866 silam. (far)

You might also like

Comments are closed.