Kalah Saingan, Sopir Angkot Wadul Organda

METROSEMARANG.COM – Sejumlah sopir angkutan umum mendatangi kantor DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang di Jalan Sendowo Barat untuk menyikapi persoalan penurunan pendapatan mereka sejak bus Trans Semarang beroperasi di jalur khusus angkutan.

Mediasi sopir angkot dengan Organda. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka bahkan memilih mogok kerja untuk memprotes kebijakan Pemkot yang selama ini tetap mengizinkan operasional bus Trans Semarang.

“Kedatangan kami hanya meminta Ketua Organda menjembatani permasalahan kami sebagai sopir angkutan. Sebab dengan akan beroperasinya BRT justru menambah masalah kami mencari penghasilan,” ungkap Warsito, seorang sopir angkot, Rabu (1/3).

Menurutnya pengoperasian Trans Semarang di jalur trayek angkutan umum jelas mengancam eksistensinya pada masa mendatang. Ia mengaku khawatir penghasilannya merosot drastis bila hal ini dibiarkan berlarut-larut.

“Kami resah mengapa trayek Trans Semarang bisa sampai merambah ke jalur angkutan, ini harus diselesaikan secepatnya,” katanya.

Sedangkan, Ketua DPC Organda Kota Semarang Warsono akan mengakomodir keluhan para sopir angkutan kota tersebut. Ia telah menggelar mediasi dengan DPRD Kota Semarang.

“Kita tampung masalah ini. Maka dari itu kita mediasikan dulu,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.