Kaligung Borobudur Disulap Jadi Kereta Klasik dengan Interior dari Kayu Bekas

Bagian interior KA Kaligung Borobudur memanfaatkan kayu bantalan rel bekas. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Bagian interior KA Kaligung Borobudur memanfaatkan kayu bantalan rel bekas. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang membuat terobosan baru untuk menyulap gerbong kereta ekonomi yang sudah usang menjadi tumpangan nyaman dan berkelas dalam wujud KA Kaligung Borobudur. Kayu bekas bantalan rel pun dipakai untuk mendekorasi interior kereta sehingga mempertegas nuansa klasik.

Manager Sarana PT KAI Daop 4 Irwansyah mengatakan, proses peremajaan rangkaian gerbong Kaligung tersebut memakan waktu hingga tiga bulan lamanya. Dalam hal ini pihaknya juga melibatkan sejumlah pengrajin kayu dan pemahat relief asal Magelang.

“Prosesnya memakan waktu tiga bulan. Yang menarik ada dua relief yang mengisahkan Borobudur,” kata Irwansyah, usai peresmian KA Kaligung Borobudur di Stasiun Poncol, Selasa (12/1).

Irwansyah pun berharap dengan adanya terobosan tersebut, masyarakat yang naik KA Kaligung Borobudur bisa lebih merasa nyaman dan ketagihan. Apalagi di saat penumpang memasuki gerbong restorasi untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.

“Ini mengulang kesuksesan KA Kaligung berkonsep Tidar yang telah dirilis beberapa waktu lalu. Diharapkan dengan adanya ini jumlah penumpang mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang  pertama KA Kaligung, Ningsih (22) mengaku senang dengan adanya peremajaan tersebut. Ia berharap revitalisasi serupa bisa dilakukan di gerbong-gerbong lain yang sudah usang. “Kalo kaya gini tentu lebih nyaman. Jadi betah berlama-lama di dalam kereta,” tutur mahasiswi Kimia Undip itu.

Senada juga diungkapkan penumpang lain Habiku Kemadiru (27). Pemuka agama Budha di Wihara Tanah Putih Semarang tersebut bahkan terlihat senang mengetahui kereta yang biasa ditumpanginya telah dipugar. “Pertama mau masuk saya awalnya kaget melihat Borobudur di bagian luar kereta. Ternyata di dalam juga dipugar, ada reliefnya juga,” ucapnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.