Kampanye Hitam Lecehkan Perempuan Meluas ke Social Media

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Black campaign atau kampanye gelap lewat layanan pesan singkat atau SMS berisi tentang hasutan untuk tidak memilih calon pemimpin dari kalangan perempuan terus beredar di kalangan masyarakat. Isi SMS bahkan semakin bernada pelecehan terhadap perempuan.

Seorang warga Pedurungan, Pujiatmi (28)  menyatakan bila menerima sms dari nomor tak dikenal. Isi sms tersebut “Wong wedok isone mung macak, masak, manak, mlumah (perempuan bisanya cuma berdandan, masak, punya anak, dan terlentang). Kok pengen dadi wakil walikota. Rausah ngimpi. Jangan tertipu kepalsuannya. Sebarkan broadcast ini.”

“Awalnya saya tidak tahu kalau sms itu bagian dari kampanye gelap, setelah saya perhatikan seksama itu terkait pemilihan wali kota. Saya sebagai perempuan merasa terlecehkan atas isi SMS tersebut,” ujar karyawan swasta tersebut.

Ketua Tim Pemenangan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti, Supriyadi mengakui bila banyak menerima laporan atas adanya sms kampanye gelap. Supriyadi meminta para kader partai, simpatisan, dan relewan pemenangan Hendi-Ita tidak terpancing.

“Meski sms itu tidak menyebutkan nama tapi kami tahu kalau pesan tersebut dikirim tujuannya menjelek-jelekan pasangan Hendi-Ita. Kami menyayangkan adanya sms tersebut, apalagi isinya tentang hasutan yang melecehkan perempuan,” kata Supriyadi.

Supriyadi menerangkan, kampanye hitam yang menjelek-jelekan calon perempuan juga santer beredar di sosial media. Di antaranya lewat twitter. Supriyadi mencatat ada beberapa akun twitter, di antaranya @andiyamyami1 @anitalktome dan@helmyedean‎.

Isi cuitan sebagian senada dengan SMS gelap yang beredar. Beberapa twit bahkan lebih parah dengan menyebut bahwa perempuan tidak layak jadi pemimpin karena tak pernah menggunakan otak jika berfikir, lebih banyak memakai perasaan.

“Masak Semarang mau dipimpin perempuan yang sukabaper. Perempuan tu cuma punya hati, otak gak pernah dipake. Perasaan teruuuuss…” tulis @Anitalktome.

Akun @Anitalktome juga menyerang perempuan pendukung emansipasi. Menurutnya “Perempuan2 yang sok mendukung emansipasi tu sbnrnya para pemalas yang ogah ngurus rumah tangga. Sok2an berkarier pdhl gk bs masak, bisanya macak”.

Menurut Supriyadi, kampanye gelap baik lewat SMS maupun social media sudah sangat keterlaluan dan harus segera ditindak.
“Kami berharap panwaslu (panitia pengawas pemilu) berperan aktif mendeteksi secara dini kampanye hitam. Kami tidak gentar menghadapi kampanye hitam, namun kami juga tidak akan melakukan balasan meski kami tahu dari pasangan calon mana pelakunya,” ujar Supriyadi.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Kota Semarang, Bekti Maharani menyatakan sudah mengetahui adanya dugaan kampanye hitam. “Kami sudah dengar adanya black campaign, namun hingga sekarang belum ada laporan resmi yang masuk ke Panwaslu,” kata wanita yang akrab dipanggil Rani itu.
Rani menjelaskan bila sms-sms tersebut tergolong kampanye hitam dan melanggar Pasal 66 PKPU 7 tahun 2015. “Jika terbukti itu masuk ranah pidana,” terang Rani. (byo)

You might also like

Comments are closed.