Kampung Agro Krapyak, Ciptakan Suasana Pedesaan di Tengah Kota

METROSEMARANG.COM – Kelurahan Krapyak Kecamatan Semarang Barat terlihat asri meski berada di daerah perkotaan. Suasana pedesaan langsung terasa, begitu mata dimanjakan oleh berbagai tanaman hias dan sayuran di dalam media pot atau polibag. Tanaman itu dijejer rapi di setiap gangnya.

Kampung Agro di Kelurahan Krapyak. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Setiap pekarangan rumah warga, juga memiliki sebuah kebun mini menarik yang ditanami sayuran dan tanaman hias. Kelurahan Krapyak ini ternyata memang sengaja dipilih oleh pemerintah kelurahan setempat sebagai Kampung Tematik dengan tema ‘Kampung Agro’.

Lurah Krapyak, Titik Suharni menuturkan, media pot dan polibag tersebut sengaja dijadikan sebagai alternatif media tanam karena lahan tanam di wilayahnya yang sangat terbatas. Seperti halnya kelurahan-kelurahan lain di daerah perkotaan pada umumnya.

”Kita tidak bisa berbuat banyak kalau harus nanam di tanah langsung. Karena lahan yang ada sempit, seperti kelurahan-kelurahan lainnya di perkotaan. Solusinya ya di dalam pot dan polibag. Itu pun menggunakan bahan bekas seperti botol minuman, minyak goreng, dan lainnya,” katanya, Senin (10/4).

Untuk membuat lingkungan kelurahan menjadi terlihat asri, pihaknya mengajak Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Makmur. Kelompok tani wanita sebagai penggerak Gapoktan tersebut menenam beraneka tanaman di pekarangan-pekarangan rumah warga.

Ketua Gapoktan Mekar Makmur, Elly Sutanto menambahkan, kegiatan menghijaukan kampung sudah konsisten dilakukannya sejak tahun 2012 lalu. Dipilihnya kelurahan ini sebagai Kampung Tematik tema Kampung Agro pun membuatnya merasa sangat senang.

”Sejak tahun 2012 kami telah konsisten menghijaukan setiap gang jalan dengan tanaman-tanaman,” ujarnya.

Menurutnya, ada 60 anggotanya yang terlibat menanam benih di pekarangan desa. Selanjutnya benih dibagikan kepada anggota dan warga yang ada di RW 6,7 dan RW 8. Setiap panen sayurannya bisa dikonsumsi sendiri atau dijual sesama warga. Setiap panen jenis tanaman akan diganti untuk penanaman berikutnya.

”Selain menanam, anggota Gapoktan Mekar Makmur juga membuat kolam ikan kecil menggunakan drum bekas ditempatkan di depan rumah-rumah warga,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.