Kampung Jawi Bikin Kalialang Lebih Elegan

METROSEMARANG.COM – Upaya Pemkot Semarang untuk menghilangkan kawasan kumuh melalui kampung tematik mulai terlihat hasilnya. Salah satunya bisa ditemui di Kampung Jawi yang terletak di Kalialang Lama RT 2 RW 1 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Keelokan Kampung Jawi di Kelurahan Sukorejo. Foto: metrosemarang.com/agil wibowo

Diresmikan pada 26 November 2016 Kampung Jawi sekarang menjadi bersih dan indah. Jika masuk ke Kampung Jawi, kita akan disambut dengan berbagai lukisan khas Jawa yang indah terletak di dinding rumah warga dan di sepanjang jalan.

Saat memasuki kampung ini, Anda akan disambut wayang raksasa yang dilukis di atas paving. Kalialang yang semula dikenal sebagai daerah kering dan rawan longsor, kini terlihat lebih elegan.

Pengelola Kampung Jawi, Siswanto mengaku sangat terbantu dengan adanya kampung tematik. Program ini menurutnya bisa meningkatkan kehidupan masyarakat setempat.

Dari anggaran Rp 200 juta yang diberi pemerintah sudah terserap 100 persen. Sana tersebut digunakan untuk pembuatan gapura, mewarnai jalan, pot, pagar dan fasilitas yang lainnya.

“Dengan adanya kampung tematik seperti ini kita harus mengkondisikan apa yang diberikan pemkot dan melebihi dari apa yang diharapkan,” kata dia saat ditemui metrosemarang.com, belum lama ini.

Dengan berlatar belakang orang Jawa, setiap kegiatan seperti pertemuan rutin, atau kegiatan yang lain menggunakan bahasa jawa. Selain itu, kampung tersebut juga mempunyai berbagai kesenian, di antaranya kethoprak, tari tradisional, rebana modern,
jathilan, seni tek-tek, dan karawitan.

Sedangkan usaha mikro yang digerakkan kampung tersebut di antaranya bandeng presto, kripik singkong, jamu kemasan, dan pembuatan batik khas Semarang yang masih berupa kain hingga berupa baju.

Ke depan, Siswanto berharap setiap rumah dilukis agar menambah daya tarik pengunjung, sehingga Kampung Jawi menjadi kampung wisata yang ada di kota Semarang.

“Kita mengharapkan ada CSR (Corporate Social Responsibility) yang akan membantu mencarikan solusi dan memberikan pelatihan warga melalui potensi bambu yang ada di sini,” pungkasnya. (MG02)

You might also like

Comments are closed.