Kampung Sentra Bandeng Tambakrejo Diharapkan Jadi Ikon Baru Wisata Semarang

METROSEMARANG.COM – Kemampuan warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari mengangkat potensi ikan bandeng sebagai produk unggulannya membuat takjub Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Ikan bandeng yang selama ini terlihat murahan diubah menjadi kuliner yang bermutu, berkelas dan disukai banyak orang.

Wali Kota Hendi melihat olahan bandeng warga Kelurahan Tambakrejo, Jumat (24/2). Foto: istimewa

Di tangan warga Tambakrejo ini, ikan bandeng dibuat menjadi olahan masakan seperti bandeng presto, pepes bandeng, nugget dan otak-otak. Selain itu juga mulai dirintis membuat menu tahu bakso menggunakan bahan baku ikan bandeng. Tahu bakso ini diyakini bakal menjadi produk inovasi warga Tambakrejo yang tiada duanya.

“Begitu masuk gerbang kampung ini tadi, saya langsung mencium aroma khas bandeng. Di sepanjang jalan juga banyak warga menjajakan dan menjual ikan bandeng mentah,” ujar wali kota saat mengunjungi Kelurahan Tambakrejo, Jumat (24/2).

Tambakrejo sendiri sudah dicanangkan jadi Kampung Tematik sebagai Kampung Sentra Bandeng. Hendi-sapaan wali kota, berharap agar potensi ini tetap terus dikembangkan. Sehingga nantinya bisa menjadi ikon kampung yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Bahkan dengan adanya sentra bandeng ini, diharapkan menjadi salah satu tempat khas Kota Semarang yang akan dikunjungi oleh orang luar daerah maupun warga Semarang sendiri. “Artinya sebagai ikon wisata baru Kota Semarang,” katanya.

Pemkot siap memberikan bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha kecil mikro di kelurahan ini, dengan Kredit Wibawa yang merupakan kerjasama Pemkot Semarang dengan Bank Jateng.

“Ada kredit pinjaman modal dengan biaya ringan hanya 3 persen per tahun, semoga dapat semakin menumbuhkan jiwa enterprenur warga sini,” kata Hendi.

Cara pengajuan kreditnya, lanjutnya, sangat gampang. Untuk pinjaman sampai dengan Rp 5 juta tidak menggunakan jaminan atau agunan, namun kalau di atas Rp 5 juta sampai Rp 50 juta menggunakan jaminan BPKB kendaraan bermotor atau sertifikat tanah.

Dia meminta agar warga tetap menjaga kualitas dan mutu ikan bandeng yang akan dijualnya. Sehingga pembeli pun akan loyal dan membeli lagi hasil olahan warga Kelurahan Tambakrejo.

“Misalnya dengan kemasan yang menarik, tempat yang bersih, pedagangnya ramah, dan jangan dikurangi bumbunya,” kata Hendi.

Asal mula kelurahan ini mengembangkan usaha bandeng, Lurah Tambakrejo, Zairin menuturkan sebenarnya sudah ada sejak tahun 1965. Pada saat itu, salah satu warga mempunyai usaha bandeng yang sudah di pasarkan ke luar daerah. Dan juga memiliki satu tambak khusus membudidayakan bandeng.

Kemudian berkembang dan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) beranggotakan 20 orang. Mereka rutin mengadakan pertemuan satu bulan sekali.

“Dari pertemuan rutin kemudian disepakati mengembangkan bandeng menjadi salah satu potensi di wilayah ini, hingga menjadi seperti ini,” jelasnya.

Selain usaha bandeng juga ada usaha mikro lainnya yang digerakkan di wilayah ini. Zairin menyebutkan di antaranya seperti kesenian gamelan, wedding organizer, penjual kelontong, pembuat jajan pasar dan keripik. (duh)

You might also like

Comments are closed.