Kandri Ethnic, Limbah Organik Bernilai Jutaan Rupiah

Mohamad Nur Husaini adalah seniman patung di Kampung Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Pria yang kerap disapa dengan sebutan Sadam itu mulai membuat patung berukuran sejak 2013 lalu. Ia memakai bahan dasar limbah organik.

foto: istimewa

Sadam memanfaatkan limbah organik di sekitar rumahnya. Mulai dari ranting pohon, jerami, hingga dedaunan. Supaya awet, ia memakai cat kayu yang dicampur dengan lem agar tak rapuh dan diserang rayap.

Bermula dari keresahan akan ketiadaan ciri khas Kampung Kandri, Sadam menasbihkan diri menjadi seniman patung. Ia mengamati berbagai kegiatan warga kampung tersebut yang mayoritas berpetani.

“Saya membuat patung kecil-kecil dari limbah organik yang menggambarkan kegiatan para petani. Ada yang satuan karakternya ada juga yang saya bikin patung cerita berbentuk diorama,” kata Sadam.

Diorama buatannya memperlihatkan proses pertanian dari menanam padi, panen, hingga mengubah gabah menjadi bentuk beras. Patung dan diorama karya Sadam dijual dengan nilai Rp 50 ribu hingga jutaan. Figur satuan kecil dihargai Rp 50 ribu, sedangkan diorama yang termahal bisa tembus sampai Rp 5 juta.

Tak main-main, penjualan patung dan diorama karya Sadam sudah menembus Jepang. “Kebetulan ada teman saya di sana (Jepang – red) yang membantu memasarkan. Saya sendiri memasarkan lewat Instragram dan website,” kata Sadam

Ia didorong oleh Mohamad Imron alias Pak De, untuk memanfaatkan limbah tak terpakai. Pak De adalah salah satu pengelola Omah Alas, sanggar seni di Kampung Kandri. “Saya percaya bahwa apapun itu pasti bisa bermanfaat, termasuk manusia. Seburuk apapun kondisi mereka pasti ada sisi bermanfaatnya. Orang bodoh dalam pelajaran di sekolah bisa saja mereka memanjat pohon, mencari penghasilan dari alam,” kata Pak De.

Dengan adanya Omah Alas serta kerajinan tangan Kandri Ethnic diharapkan Kampung Kandri bisa menjadi tujuan wisata yang bisa mengedukasi pengunjungnya. Selain bisa belajar membuat patung seperti Sadam, di kampung tersebut juga bisa mempelajari bagaimana alam dan manusia bisa berkomunikasi. (Efendi)