Kanker Tiroid, Perempuan Lebih Berisiko

Gejala Sakit Tenggorokan Berkepanjangan

Perempuan memiliki risiko kanker tiroid tiga kali lipat lebih besar dibandingkan laki-laki. Diperkirakan berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita

SELAIN kanker leher rahim dan payudara, perempuan juga memiliki potensi terkena kanker di bagian tiroid. Sama seperti pada dua jenis kanker tersebut, potensi perempuan terkena kanker jenis ini pun lebih besar dibanding laki-laki.

ilustrasi

Perempuan memiliki risiko kanker tiroid tiga kali lipat lebih besar dibandingkan laki-laki. Para ahli kesehatan memperkirakan ada kemungkinan hal ini berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini mengeluarkan hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, hingga berat badan.

Seseorang yang mengidap kanker tiroid akan mengalami gejala sakit tenggorokan berkepanjangan, kesulitan dalam menelan, dan serak berkepanjangan setelah beberapa minggu. Gejala khasnya adalah rasa sakit pada bagian leher diikuti pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

Dokter Rumah Sakit Islam Sultan Agung, Reza Rahardian mengatakan, kanker tiroid biasanya terjadi pada orang yang berusia 35-39 tahun. Kanker ini juga menyerang orang pada usia di atas 70 tahun.

“Kerusakan pada tiroid terjadi karena sel kanker membelah secara tidak terkendali. Sel menyusup ke jaringan tubuh, menghancurkan sel-sel yang normal,” kata dokter Reza.

 

Prosedur Pertolongan

Ketika seseorang dipastikan positif terkena kanker tiroid, dokter akan melakukan serangkaian tindakan sesuai prosedur pertolongan. Pertama, pengangkatan kelenjar tiroid. Hal ini bisa dilakukan sebagian atau keseluruhan.

“Dokter akan melihat pada jenis dan ukuran kanker tiroid. Serta kemungkinan penyebaran ke bagian tubuh lainnya,” kata dokter Reza.

Kemoterapi menjadi alternatif tindakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh lain. Pasien akan diberikan obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker.

Prosedur selanjutnya, bisa dilakukan perawatan iodium radioaktif. Pengobatan ini berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada, dan mencegah agar tidak muncul lagi setelah menjalani operasi.

 

Kisah Rachel Amanda

Kanker tiroid pernah menjangkiti selebriti Rachel Amanda. Pada tahun 2014, dokter mendiagnosis perempuan kelahiran 1 Januari 1995 itu mengidap kanker tiroid stadium satu. Seperti dilaporkan Kompas.com, Amanda menyebut kanker tiroid yang dideritanya disebabkan faktor genetik dan zat radikal bebas. Oleh sebab ia sering terpapar asap rokok di lokasi syuting.

Ketika itu Amanda mengalami hipertiroid dan minum obat secara rutin. Kondisi hipertiroid atau hormon tiroid yang terlalu aktif membuatnya mengalami gejala gampang lelah, jantung berdebar-debar, metabolisme tinggi, dan juga sering gemetar.

Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat benjolan di kelenjar tiroid tersebut. Namun, dokter akhirnya mengangkat kedua tiroid Amanda dan menemukan sel kanker di bagian tiroid kiri. November 2018 lalu, ia menyatakan telah sembuh dari kanker tiroid.

Namun, walau sudah dioperasi dan dinyatakan sembuh, secara rutin Amanda masih mengonsumsi obat untuk tiroid. Setiap bulan ia juga menjalani cek darah untuk mengukur kadar hormon tiroid dan pemindaian tubuh setahun sekali. (*)

You might also like

Comments are closed.