Kantong Plastik Berbayar Resmi Berlaku di Semarang

Launching plastik berbayar di Simpang Lima Semarang, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Launching plastik berbayar di Simpang Lima Semarang, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Kota Semarang resmi memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar. Peresmian dilakukan bersamaan dengan kegiatan car free day (CFD) di Simpang Lima, Minggu (21/2) pagi.

“Bismillahirrohmanirrohim, kebijakan kantong plastik berbayar hari ini resmi kita launching,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Adi Tri Hananto mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memimpin apel Hari Peduli Sampah Nasional.

Adi melanjutkan, kebijakan tersebut merupakan salah satu strategi guna mengurangi timbunan sampah plastik. Salah satu contoh penghasil sampah plastik adalah investasi swasta di bidang retail dengan jumlah gerai atau toko sebanyak 32.000, sehingga sampah plastik yang dihasilkan sebanyak 9,6 juta lembar per hari.

“Menyikapi fakta-fakta tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar sesuai UU No 18 pasal 19 dan 20,” sambung Adi di hadapan peserta apel.

Apel yang dimulai sejak pukul 06.30 tersebut diikuti oleh anggota Pramuka, TNI, Polisi, BLH Kota Semarang dan berbagai komunitas anak muda yang ada di Semarang. “Mudah-mudahan sinergitas dan kebersamaan kita pagi hari ini menjadi satu kekuatan untuk mewujudkan Kota Semarang yang bersih sebagai salah satu embrio dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020,” pungkasnya.

Usai upacara apel selesai, dilanjutkan acara bersih-bersih sampah plastik di lingkungan CFD. Mereka juga melakukan sosialisasi dengan membagikan selebaran, dan membagikan 600 kantong belanja ramah lingkungan.

Sebelumnya, Kepala BLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyatakan, kebijakan kantong plastik berbayar hanya berlaku bagi toko atau gerai di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo). Di Semarang, kata dia, setidaknya ada 30 toko yang akan menjalankan kebijakan tersebut kepada masyarakat. (din)

 

You might also like

Comments are closed.