Kantor Imigrasi Jateng Jamin Tak akan Persulit Penerbitan Paspor Calon TKI

METROSEMARANG.COM – Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Ramli HS menekankan, pihaknya tidak akan mempersulit warga negara Indonesia (WNI) yang akan bekerja atau bepergian ke luar negeri. Namun,  mereka harus menaati setiap persyaratan yang sudah ditetapkan untuk mendapatkan dokumen perjalanan ke luar negeri atau paspor.

Ilustrasi. Kantor Imigrasi Jateng tak akan memersulit calon TKI untuk memeroleh dokumen ke luar negeri. Foto: dok

“Kami tidak ingin mempersulit, justru kami melindungi warga negara Indonesia agar tidak menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri,” ujar Ramli usai membuka Sosialisasi Penerbitan Paspor 2017, di Hotel Atria, Rabu (25/10).

Menurut Ramli, sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya Imigran non prosedural. Imigrasi selaku instansi pemerintah yang punya kewenangan menerbitkan dokumen perjalanan,  hanya ingin mengingatkan bahwa dalam hal penggunaan paspor harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Iamenyebut, akhir-akhir ini banyak sekali korban tindak pidana perdagangan orang. Saat ditelusuri,  ternyata mekanisme pemberangkatan tidak sesuai dengan mekanisme prosedur yang berlaku.

Dijelaskan, untuk bekerja di luar negeri banyak mekanisme yang harus ditempuh, sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka harus mendapat rekomendasi dari Tenaga Kerja dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

“Tentunya nanti akan ada pelatihan-pelatihan untuk menambah keterampilan warga negara Indonesia. Jangan sampai nanti ada kesalahan, keterbatasan informasi yang nantinya menjadi sumber mala petaka bagi mereka sendiri,” ujar Ramli.

Diakui oleh Ramli, banyak WNI yang menyalahgunakan paspor, terutama mereka yang menggunakan paspor untuk perjalanan umroh. “Yang kita khawatirkan, setelah umroh, mereka kemudian menghilang,” ujarnya.

Hal itu menjadi persoalan bagi kantor Imigrasi. “Jadi kita ajak instansi terkait, seperti Dinas tenaga kerja, BNP2TKI dan pengerah tenaga kerja swasta, agar mereka menaati apa yang sudah disyaratkan mekanisme ketenagaankerjaan,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo Suryo Tarto Kisdoyo menambahkan, saat ini kantor Imigrasi banyak melakukan penundaan penerbitan dokumen perjalanan. Termasuk di Imigrasi Wonosobo, ada 247 yang ditunda.

Adabeberapa alasan sehingga penerbitan paspor ditunda, antara lain pemohon tidak dapat menunjukkan dokumen pendukung yang dapat dijadikan alasan keberangkatan. “Kalau ke depan mereka bisa menunjukkan persyaratan yang dibutuhkan, maka akan dipertimbangkan untuk penerbitannya,” tegas Suryo.

Dari jumlah itu, antara laki-laki dan perempuan jumlahnya seimbang. Mereka berasal dari seluruh wilayah Kedu, seperti Wonosobo, Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung dan Purworejo. Para pemohon yang masih ditunda penerbitannya, antara lain dengan alasan untuk berwisata dan melakukan kunjungan keluarga. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.