Kapolda Jateng Pastikan Pembacok Tokoh NU Kendal Tidak Gila

METROSEMARANG.COM – Setelah menjalani tes oleh psikiater kepolisian, tersangka pembacokan tokoh Nahdlatul Ulama Kendal, S alias Bogel (34) dipastikan tidak gila dan bisa dijerat hukum. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Korono usai serah terima jabatan Wakapolda Jateng di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Rabu (21/3).

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. Foto: metrosemarang.com/efendi

“Hasil tes psikologi yang sudah dilakukan, tersangka S ini dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dinyatakan tidak gila,” ujar Condro.

Tak hanya itu, dari hasil pemeriksaan kepolisian didapati fakta bahwa Bogel melakukan tindak kejahatan tersebut lantaran ingin merebut tas istri korban.

“Kejadiannya adalah percobaan pencurian dengan kekerasan disertai penganiayaan, faktanya seperti itu. Hasil pemeriksaan tersangka oleh Polres Kendal dan backup Polda Jateng, yang bersangkutan tidak saling mengenal, alasan dari tersangka ingin memiliki tas yang dibawa oleh istri Bapak Agus saat akan keluar dari rumah,” beber Condro.

Faktor ekonomi, lanjut Condro, diduga menjadi alasan utama tersangka melakukan tindak kejahatan ini. Bogel berprofesi sebagai pengamen dan harus menghidupi satu anak sejak bercerai 2012 lalu.

“Tersangka ini kesehariannya ngamen di pasar. Dia punya anak satu putus sekolah, tidak punya pekerjaan dan hanya ngamen, memang sangat memprihatinkan,” imbuh Condro.

Kini Bogel dijerat dengan Pasal 365 KUHP Juncto 53 Subsider 351 tentang pencurian dengan kekerasan dan disertai penganiayaan. Bogel diancam dengan hukuman penjara selama 9 tahun.

Untuk diketahui, tersangka merupakan warga Desa Johorejo, Kendal. Ia melakukan aksi pembacokan di Dusun Krajan RT 04 RW 01 hari Sabtu (17/3) lalu yang mengakibatkan dua korban yakni Agus Nurus Sakban dan mertuanya, Ahmad Zaenuri mengalami luka-luka. Nama terakhir merupakan Rois Syuriah NU Ranting Desa Truko Kendal.

Agus merupakan korban pertama yang diserang oleh tersangka. Sedangkan Zainuri dianiaya oleh tersangka saat hendak menolong Agus. Tersangka kemudian ditangkap warga dan dimassa. (fen)

You might also like

Comments are closed.