Kapolrestabes: Jangan Mudah Percaya Debt Collector

Kapolrestabes Kombes Burhanuddin meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan debt collector. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kapolrestabes Kombes Burhanuddin meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan debt collector. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanuddin menyebut, modus perampasan dan penggelapan yang dilakukan komplotan debt collector lepas (eksternal) di wilayah hukumnya merupakan modus kejahatan yang tergolong baru.

Pasalnya, dalam menjalankan aksinya, komplotan yang beranggotakan, Aji Setyono(23), Fahrul Rozak (32), Ponjo Aji (21), Kuswantoro (32) dan Muh Romadhon, tergolong rapi serta tanpa menggunakan kekerasan.

“Ini tergolong baru. Pelaku berpura-pura sebagai debt collector dan menuduh korban terlambat ngangsur, para pelaku kemudian merampas kendaraan dengan alasan akan dibawa ke kantor,” kata Burhanuddin, di Mapolrestabes Semarang, Kamis (14/5).

Selain itu, lanjut dia, para pelaku juga mempunyai pengalaman bekerja sebagai debt collector, sehingga memungkinkan mereka agar lebih dipercaya korbannya.

“Untuk itu masyarakat diimbau lebih berhati-hati. Jangan mudah percaya, tanyakan tanda pengenal atau surat-surat dari perusahaan leasingnya,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, unit Resmob Polrestabes Semarang berhasil membekuk kawanan debt collector yang melakukan perampasan dan penggelapan di 20 lokasi berbeda di Kota Semarang. Mereka ditangkap pada Rabu (13/5) kemarin di Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini termasuk mengejar tersangka S yang kini masih buron. (yas)

You might also like

Comments are closed.