Karimunjawa Potensial jadi ‘Kandang’ Motor Curian

METROSEMARANG.COM – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kini mulai mengincar Karimunjawa untuk memasarkan hasil curian. Salah satu obyek wisata favorit di Jawa Tengah itu dianggap sebagai pasar potensial dan relatif aman.

Gelar perkara kasus pencurian sepeda motor di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/3). Foto: metrosemarang.com/efendi

Karnawi (48) mengungkapkan bahwa pengawasan di Karimunjawa lebih longgar karena lokasinya cukup terpencil. Sejak tiga bulan terakhir, pria yang berprofesi sebagai nelayan itu membeli motor-motor curian dari Saiful Anam.

“Saya cuma ambil untung Rp 300-500 ribu tiap motor. Sudah 14 motor saya bawa ke Karimunjawa,” kata Karnawi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/3).

Karnawi diringkus Tim Resmob Polrestabes bersama lima tersangka lain yang biasa menjadi penadah motor curian Saiful Anam. “Tersangka ini menjual kepada enam penadah yang berada di Pati, Demak, Grobogan, Jepara, Kudus, Kendal, sampai Karimunjawa,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji.

Dalam ungkap kasus tersebut, polisi berhasil menyita 40 sepeda motor hasil curian. Abioso mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor bisa mengecek di Mapolrestabes Semarang.

“Silakan masyarakat yang merasa kehilangan datang dengan menunjukkan bukti-bukti kepemilikan sepeda motor yang sah,” imbuh Abi.

Karnawi bersama JRM (40), DNL (32), MCH (35), ARF (40) dan HRI (41) dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan Saiful terancam hukuman 7 tahun penjara. (fen)

 

 

You might also like

Comments are closed.