Karimunjawa Terancam Krisis BBM

METROSEMARANG.COM – Pasca-peristiwa meledaknya kapal ‘Jasa Laut’ di dermaga Pelabuhan Jepara belum lama ini, pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Karimunjawa saat ini semakin langka.

SPBU di Karimunjawa mulai kekurangan pasokan BBM. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sejumlah pemandu wisata yang standby di Pulau Karimun menyatakan kelangkaan BBM sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Bahkan, mereka menjadi was-was lantaran stok bahan bakar pada mobilnya semakin menipis.

“Bila semula ada tiga kali pengiriman solar dan premium dalam seminggu, sekarang tidak ada pengiriman sama sekali,” kata Muhammad Asri, seorang pemandu wisata setempat, Kamis (6/4).

Ia khawatir jika kelangkaan BBM terjadi berlarut-larut maka berdampak buruk terhadap kelangsungan perekonomian masyarakat setempat. Terlebih lagi, BBM jadi kebutuhan pokok bagi warga Karimunjawa yang selama ini mengandalkan pekerjaan sebagai jasa wisata.

“Di sini, cuma ada satu SPBU APMS yang jadi urat nadi bagi para nelayan, pemandu wisata hingga hotel-hotel lokal. Nah, habislah kita kalau sekarang enggak ada pasokan sama sekali,” keluhnya.

Pengiriman BBM biasanya dilakukan lewat jalur laut menggunakan kapal tangker. Walau begitu, menurut Yanuar Ilham, warga setempat, pada kenyataannya pengiriman bahan bakar kerap dilakukan menggunakan kapal kayu dengan kondisi yang melebihi kapasitas (overload).

Kepulauan Karimunjawa merupakan satu-satunya kecamatan di Jepara yang punya 27 gugusan pulau. Meski begitu hanya ada empat pulau yang berpenghuni dan Karimun jadi pusat tujuan utama bagi wisatawan asing maupun lokal.

Karenanya, Yanuar mendesak kepada PT Pertamina Region Jawa Tengah agar segera mengirim pasokan BBM agar perkonomian masyarakat bisa berjalan lancar. “Kalau bisa jangan pakai kapal kayu lagi, diganti saja pakai tangker sehingga keamanannya dapat terjamin,” tegas Yanuar.

Seperti diketahui, kapal pengangkut BBK dan BBM Pertamina ke Karimunjawa di Pelabuhan Umum UPP (Unit Penyelenggara Pelabuhan) Kelas III Kab. Jepara terbakar, Jumat (31/3). Seluruh drum isi BBK dan BBM (pertalite 8 KL dan biosolar 16 KL) berhasil diselamatkan.

Untuk menyikapi ketersediaan BBM di Karimunjawa, Pertamina melakukan percepatan dengan menyewa kapal khusus membawa BBK dan BBM sebanyak 64 KL. “Untuk memastikan ketersediaan BBM dan BBK di Karimunjawa, Pertamina menambah dengan 32 KL Pertalite dan 32 KL Biosolar,” kata Area Manager Communication Relation PT Pertamina MOR 4 Jateng DIY, Andar Titi Lestari, Sabtu (1/4). (far/ade)

You might also like

Comments are closed.