Karnaval Paskah 2017, Pesan Damai dari Kota Lumpia

METROSEMARANG.COM – Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang Jalan Pemuda depan Balai Kota Semarang, Kamis (22/4). Mereka turut meramaikan rangkaian acara peringatan Paskah 2017.

Karnaval Paskah 2017 di Jalan Pemuda, Sabtu (22/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Karnaval Paskah yang mengusung tema “Aku Pelopor Peradaban Kasih” ini diikuti oleh peserta gabungan dari gereja dan UPTD Pendidikan se-Kota Semarang. Dan ini merupakan kali keempat digelarnya perayaan tersebut.

Ketua Panitia Karnaval Paskah 2017 yang juga merupakan Ketua DPRD Provinsi Jateng, Rukma Setyabudi mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan semakin menegaskan Kota Semarang nyaman untuk semua golongan tanpa membedakan ras dan agama.

“Ini sebagai bukti bahwa Semarang merupakan kota yang kondusif, sekaligus merayakan hari jadi kota ini. Menunjukkan bahwa negara kita adalah NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang betul-betul menyatu dan harmonis,” ujarnya usai mendampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melepas jalannya karnaval.

Rukma menambahkan bahwa pluralisme yang terjadi di Kota Semarang gaungnya hingga ke penjuru Nusantara. “Jadi seluruh pelosok Nusantara tahu bahwa Semarang merupakan kota damai, yang menampung golongan kelompok ras apapun di sini lebur baur,” tambahnya.

Acara dimulai pukul 14.00 dan sambutan luar biasa dari warganya yang memadati lokasi pawai meski terik matahari sedang panas-panasnya. Mereka yang datang ingin melihat kemeriahan dan pertunjukan dari masing-masing gereja atau UPTD Pendidikan Kota Semarang.

Untuk jumlah peserta sendiri, dari tahun ke tahun juga semakin bertambah. “Sampai tadi malam, jumlah peserta pawai jalan tercatat ada 8.000 orang sementara kendaraannya sekitar 50an. Tapi tadi pagi ada tambahan, jadi sekarang ini mencapai 11 ribu lebih, tahun kemarin nggak ada 11 ribu,” tambah Rukma.

Karnaval Paskah 2017 di Jalan Pemuda, Sabtu (22/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Wakil Hevearita Gunaryanti Rahayu juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat kota Semarang yang secara kontinyu menjaga perdamaian serta menjunjung tinggi pluralisme di Kota Lumpia ini.

“Pesertanya kan tidak hanya dari umat kristiani tetapi juga UPTD-UPTD pendidikan kota Semarang, menunjukkan pluralisme di Kota Semarang sangat baik bagaimana keberagaman suku, agama, ras dan sebagainya amat sangat erat,” ujarnya.

Hal ini menjadikan bukti bahwa Kota Semarang sangat kondusif yang terlihat dari penonton tidak hanya umat Kristiani saja tetapi juga umat beragama lainnya.

Ita, sapaannya, juga mengatakan bahwa dengan adanya perayaan seperti ini diharapkan masyarakat tetap menjaga kedamaian yang telah terjadi di Kota Semarang. (fen)

You might also like

Comments are closed.