Kartu Semarang Hebat jadi Contoh Pemda Se-Indonesia

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjalankan sebuah sistem kartu pintar bernama Kartu Semarang Hebat, dimana menargetkan semua transaksi dapat dilakukan secara non tunai. Hal ini sebagai bagian dari upaya menekan inflasi di Kota Semarang.

Wali Kota Hendi memaparkan tentang Kartu Semarang Hebat di depan perwakilan pemda se-Indonesia pada kegiatan Kemendagri di Nusa Dua Selatan, Bali. Foto: istimewa

Data Badan Pusat Statistik (BPS) laju inflasi Semarang sejak 2011 selalu lebih tinggi dari Provinsi Jateng. Di 2011 inflasi Semarang tercatat 2,87 sedangkan provinsi pada angka 2,68. Tingginya laju inflasi berpengaruh pada kecilnya investasi, merosotnya daya beli dan ketidakstabilan ekonomi.

Wali Kota Hendi, sapaan akrabnya, terus berusaha menekan laju inflasi tersebut. Tahun 2016 laju inflasi berhasil berada di bawah provinsi, yakni sebesar 2,32 sedangkan provinsi mencapai 2,36. Keberhasilan menekan laju inflasi ini salah satunya lewat inovasi Kartu Semarang Hebat tersebut.

Hendi pun dipercaya Kementerian Dalam Negeri untuk menjadi narasumber dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Daerah Terintegrasi dengan Perbankan di Swiss-Belhotel, Nusa Dua Selatan, Bali, Kamis (20/7). Sebanyak perwakilan 73 pemerintah daerah di Indonesia menyaksikan paparannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengatakan bahwa sistem kartu pintar Kartu Semarang Hebat yang digagasnya memiliki banyak fungsi. Di antaranya dapat berfungsi sebagai kartu identitas, kartu bantuan sosial, dan kartu pembayaran beragam transaksi.

”Misalnya untuk bantuan rumah tidak layak huni kepada masyarakat, biasanya disalurkan tunai, tapi saat ini kita salurkan non tunai melalui Kartu Semarang Hebat,” jelasnya seperti disampaikan oleh Humas Setda Kota Semarang, Jumat (21/7).

Selain itu dapat berfungsi untuk beragam transkasi lainnya. Mulai dari membayar tiket bus Trans Semarang, berbelanja di swalayan, membayar masuk tol dan lain sebagainya. Hendi menyebutkan semua itu juga difasilitasi menggunakan Kartu Semarang Hebat sehingga peredaran uang tunai bisa diminimalisir dan inflasi bisa ditekan.

Menurut Hendi, dalam implementasi Kartu Semarang Hebat terintegrasi dengan sistem sejumlah perbankan, yakni BNI dan Bank Jateng. ”Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kartu tersebut dapat langsung mengurusnya di cabang-cabang perbankan tersebut,” katanya.

Setelah pemaparan Wali Kota Semarang tersebut, Kementerian Dalam Negeri mengharapkan agar seluruh perwakilan pemerintah daerah (pemda) di Indonesia dapat mengambil atau mencontoh yang telah dilakukan Pemkot Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.