Kasus DBD Didominasi Siswa Sekolah, Pemkot Lakukan Program Sicentik

METROSEMARANG.COM – Angka kejadian Demam Berdarah di Kota Semarang masih cukup banyak dengan 50 persen penderitanya adalah anak usia sekolah. Dengan latar belakang hal tersebut, PKK Kota Semarang berinisiatif melakukan program Sicentik atau Siswa Cari Jentik.

Pelatihan Kader Jumantik di balai kota, Rabu (26/7). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi mengatakan, melalui program Sicentik diharapkan para siswa menjadi lebih paham tentang bahaya Demam Berdarah, termasuk bagaimana cara pencegahannya.

“Di samping memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah tentang bahaya Demam Berdarah, juga melatih mereka menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk perantara penyakit Demam Berdarah,’’ katanya, saat menjadi narasumber Pelatihan Kader Jumantik di balai kota, Rabu (26/7).

Istri Wali Kota Semarang ini mengungkapkan, nantinya setiap hari Minggu para siswa akan melakukan pemantauan jentik di rumahnya masing-masing. Kemudian hari Senin mereka akan melaporkan hasil pemantauannya kepada guru untuk disampaikan kepada Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) Koordinator Kecamatan dan Kota.

‘’Dari hasil laporan yang dikumpulkan, oleh Gasurkes kemudian disampaikan kepada Wali Kota Semarang sebagai bahan pertimbangan kebijakan,’’ imbuhnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi pelaksanaan program Sicentik tersebut. Pria yang disapa Hendi ini menilai mengatasi persoalan Demam Berdarah tidak mungkin kalau hanya mengandalkan pemerintah saja.

‘’Anak-anak menjadi sasaran paling banyak dari penyakit Demam Berdarah, sehingga saya pikir program Sicentik ini sangat efektif guna membangun kesadaran anak-anak mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah sejak dini,’’ jelasnya.

Kegiatan pelatihan kader Jumantik program Sicentik ini diikuti 260 peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP, Guru SD dan SMP, Tim Penggerak PKK Kelurahan, TP PKK Kecamatan dan TP PKK Kota Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.