Kasus Pemukulan Anggota Pemuda Pancasila Berakhir Damai

Kedua belah pihak yang berselisih berfoto bersama usai membuat nota kesepakatan damai. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kedua belah pihak yang berselisih berfoto bersama usai membuat nota kesepakatan damai. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Kasus penganiayaan yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santosa dengan tiga anggota Pemuda Pancasila (PP) berakhir damai. Semua pihak yang terlibat sudah saling memaafkan.

Hal tersebut ditandai dengan ditanda tanganinya nota kesepakatan damai oleh kedua belah pihak. Bahkan, kedua belah pihak juga sudah mengirimkan nota kesepakatan tersebut disertai dengan surat permohonan pencabutan laporan ke Polrestabes Semarang.

“Insiden yang terjadi pada tanggal 24 Agustus 2015 kemarin sudah selesai. Diselesaikan berdasarkan rembugan yang dilakukan di internal organisasi. Nota kesepakatan damai dan permohonan pencabutan laporan juga sudah dikiriman ke Polrestabes Jumat (28/8) kemarin,” kata Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi MPC Pemuda Pancasila Semarang, Bambang Dwi Jati, Sabtu (29/8).

Menurut Bambang, kesepakatan damai itu tercapai setelah adanya pertemuan dan diskusi secara internal. Kedua belah pihak pun saling memahami dan saling memaafkan.

Sementara itu, dengan adanya keputusan tersebut Joko Santosa selaku terlapor mengaku senang. Dia menyabut, insiden tersebut terjadi karena adanya miss komunikasi.

“Hanya miss komunikasi. Semuanya sudah saling memahami dan menyadari,” ucap Joko, yang juga menjadi ketua tim pemenangan salah satu pasangan calon di Pilwakot Semarang.

Seperti yang diketahui, insiden penganiayaan yang melibatkan kedua belah pihak terjadi saat acara penetapan calon wali kota oleh KPU di Balai Kota Semarang, Senin (24/8).

Saat itu terlapor Joko Santosa diduga melakukan penganiayaan terhadap Anggoro Nugroho (29) yang mengendarai mobil Toyota Rush H-9223-DH. Selain itu, Joko juga dituding melakukan penganiayaan terhadap dua korban lain Didik Prasetyo (38) dan Jubaedi (43).

Akibat insiden tersebut, korban Anggoro mengaku mengalami luka lebam di dahi sebelah kanan dan sobek di bagian mulut dalam. Tindakan tersebut juga sudah resmi dilaporkan ke polisi dengan nomor LP/B/643/VIII/2015/Jateng/Restabes. (yas)

You might also like

Comments are closed.