Kasus Perusakan Meja Penyidik, Wakil Wali Kota Ita Datangi Satpol PP

METROSEMARANG.COM – Kasus perusakan salah satu meja kantor di ruang milik Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Semarang yang dilakukan oknum petugas penegak perda tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota setempat.

Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu datangi kantor Satpol PP, Jumat (25/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu, Jumat siang (25/8), langsung mendatangi Kantor Satpol PP yang berada di Jalan Ronggowale. Kedatangan dia untuk melakukan klarifikasi kasus yang kembali mencoreng institusi penegak perda tersebut.

Wakil wali kota yang akrab disapa Mbak Ita ini, mengaku sebelumnya mendapat laporan adanya pengrusakan meja kerja salah satu penyidik Satpol PP yang terjadi pada Rabu (23/8) sekitar pukul 17.00. Pelaku pengrusakan dilakukan oleh sejumlah anggota Satpol sendiri.

”Saya kecewa kenapa kasus ini tidak dilaporkan, saya malah pertama kali mendapatkan laporannya dari wartawan,” katanya sambil menunjukkan foto meja kerja yang dirusak di ponselnya.

Ditemui Kepala Bidang Sosialisasi dan Penegakan Perda Satpol PP Aniceto Magno da Silva, wakil wali kota langsung mendatangi ruangan milik penyidik yang mejanya dirusak. Tak sampai disitu, semua putugas mulai Provos hingga penyidik dikumpulkan dan ditanyai satu persatu soal kejadian pengrusakan meja kerja milik Ngadirin, salah satu penyidik Satpol PP.

Dengan raut muka kecewa, Ita juga mengintrogasi langsung pelaku pengrusakan meja. ”Meja ini asset negara, kenapa dirusak, ini dibeli dari uang rakyat,” katanya.

Selain itu, dia juga menyoroti Kantor Satpol PP yang dinilai kumuh dan kondisi parkirnya tidak rapi. Utamanya di halaman dan pos penjagaan dekat pintu masuk Kantor Satpol PP.

Kejadian kasus pengrusakan meja ini, diindikasikan buntut dari masalah pribadi antara pelaku pengrusakan dengan Ngadirin yang juga sama-sama petugas penyidik Satpol PP Kota Semarang. Aniceto Magno da Silva menjelaskan, persoalan kedua anak buahnya itu saat ini sudah diselesaikan secara personal.

Akan tetapi pihaknya tetap akan melanjutkan proses penyelidikan hingga tuntas dan tidak akan menutup-nutupi persoalan yang telah mencoreng nama institusi Satpol PP.

”Sudah ada 5 saksi yang akan terus didalami keterangannya. Tidak ada unsur kongkalikong ataupun backing dalam kasus pengrusakan meja di ruang penyidik ini,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.