Kasus Rohingya, Warga Semarang Diimbau Tidak Ikut Aksi di Borobudur

METROSEMARANG.COM – Warga Kota Semarang diminta tidak ikut-ikutan melancarkan aksi protes di Candi Borobudur terkait isu sara yang terjadi di Rohingya, Myanmar. Dikhawatirkan hal itu justru akan merusak aset bersejarah yang masuk situs keajaiban dunia yang tidak ada kaitannya dengan konflik di Rohingya.

Aksi teatrikal BBI dan KAMMI Polines galang dana untuk Rohingya, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Sebagaimana diketahui, aksi protes terhadap kekerasan warga Rohingya di Negara Myanmar memantik perhatian dunia, salah satunya di Indonesia. Sejumlah aksi protes terus dilaksanakan baik di dunia maya hingga aksi nyata secara langsung di beberapa titik.

Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang merupakan situs bersejarah yang diakui Unesco dan situs simbol agama Budha pun saat ini harus dijaga ketat. Lantaran adanya rencana melaksanakan aksi damai memprotes tindakan kekerasaan di Rohingya.

Terkait rencana tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ikut angkat bicara. Menurutnya, aksi damai yang memprotes kekerasan di Rohingya dapat dilaksanakan di wilayah masing-masing, tidak perlu sampai harus aksi besar-besaran ke Candi Borobudur.

”Langkah tepat yang mesti dilakukan, menurut kami mendoakan warga Rohingya untuk selalu kuat dan tabah menghadapi kekerasan yang dilancarkan,” kata wali kota yang disapa Hendi.

Apalagi saat ini pemerintah pusat, lanjutnya, sudah melakukan langkah strategis dengan mengirim Menteri Luar Negeri ke Myanmar. Sehingga Pemerintah Indonesia juga sudah menunjukkan komitmen dan konsennya terhadap persoalan di Rohingya.

”Kalau ada massa yang cukup banyak ramai-ramai ke Borobudur, malah nanti susah untuk mengendalikan. Bisa saja ada yang iseng corat-coret di Candi Borobudur dan lainnya,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.