Kebakaran Hutan, Habitat Owa Jawa Kian Menyusut

METROSEMARANG.COM – Kebakaran hutan yang marak terjadi di Jawa Tengah selama empat bulan terakhir mengakibatkan jumlah owa Jawa yang ada di hutan lindung semakin menyusut. Staf Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) BKSDA Jateng, Agus Priyanto mengatakan saat ini hanya ada sekitar 30 ekor owa yang masih hidup di Jawa Tengah.

“Tahun kemarin, kita memonitor di dua hutan lindung Petung Priyono dan Linggoastri Pekalongan terdapat 30 ekor. Itu area yang kita pantau ketat seluas 80 hektar karena seringkali dijumpai owa Jawa,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Senin (9/5).

Owa Jawa
Owa Jawa

Ia mengaku cukup menyayangkan aksi perburuan liar yang semakin mengancam kelangsungan hidup owa Jawa di titik hutan lindung milik Perhutani. Padahal, katanya, owa merupakan satwa langka yang masuk program prioritas nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimana setiap tahun ditargetkan meningkat 2 persen.

“Makanya kita selalu mengajak kepada Perhutani untuk bersama-sama melindungi owa. Karena keberadaannya memang benar-benar terancam punah. Apalagi kalau pas kemarau panjang melanda Jawa Tengah, habitatnya pasti terganggu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kepunahan owa, ia mengaku tahun ini akan membentuk forum kolaborasi dengan perwakilan Perhutani dan pemerhati satwa di Pekalongan sebagai aksi nyata melindungi owa.

“Karena monitoring sudah dilakukan sejak 2011 silam. Jadi tidak ada salahnya kalau mulai sekarang kita berbuat secara nyata untuk melindungi owa bisa dengan membuat plang laranga perburuan liar di hutan-hutan serta pelarangan memperjualbelikan hingga menyosialisasikan perlindungan owa Jawa kepada masyarakat sekitar kawasan hutan lindung,” sambungnya.

Secara umum, ia menambahkan personelnya dibantu relawan hutan terus menerus mengadakan patroli gabungan untuk memberantas perburuan liar terhadap owa. Dengan begitu, ia tetap berharap bahwa hingga akhir Desember 2016 mendatang jumlah owa bertambah 2 persen dibanding tahun lalu.

“Kita terus berusaha mengupayakan memonitor  kawasan hutan lindungnya secara manual dengan menyisiri tiap-tiap wilayah yang dapat melihat owa,” pungkasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.