Kebakaran Kapal di Karimunjawa Diduga akibat Puntung Rokok

METROSEMARANG.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang akan bekerjasama dengan pihak KNKT dan Mahkamah Pelayaran untuk menyelidiki pemicu kebakaran yang menghanguskan Kapal Motor (KM) Dharma Kencana II di perairan Karimunjawa, Jepara, pada Minggu (29/10) kemarin.

Gajah Rooseno
Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang, Gajah Rooseno mengatakan untuk saat ini bangkai kapal nahas itu masih berasap sehingga petugas di lapangan masih berupaya melakukan proses pemadaman.

Pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk mengawasi bangkai kapal agar tidak membahayakan arus pelayaran di sekitar Karimunjawa.

“Saat ini masih ada asapnya dan kami sedang berupaya melakukan pemadaman. Para penumpangnya sudah kami arahkan menuju Pelabuhan Kumai. Untuk kru kapal kami bawa ke Semarang agar dapat dilakukan pemberkasan untuk mencari tahu kebakaran kapal. Data-data mereka kami bawa ke KNKT dan mahkamah pelayaran untuk menyelidiki penyebab kebakaran,” ungkap Gajah, Senin (30/10).

Menurutnya dugaan awal kebakaran kapal Kencana II kemungkinan dipicu nahkoda maupun awak kapal kebetulan menyalakan rokok di tengah perjalanan. Kebiasaan itu jamak dilakukan awak kapal tatkala mengoperasikan kapal jenis RoRo.

“Mungkin kalau kapalnya RoRo, supir atau keneknya pas merokok, di situ ada bensin, dia lupa mematikan puntungnya. Atau bisa juga akibat gesekan muatan,” kata Gajah lagi.

Kendati demikian, ia mengklaim sudah sejak lama melarang para penumpang kapal untuk membawa muatan yang berbahaya. Selain itu, telah ada larangan resmi untuk memasukkan barang yang mudah terbakar ke dalam kapal RoRo.

“Waktu kejadian, muatan di Kapal Kirana II kebanyakan sayuran. Tetapi tidak menutup kemungkinan gesekan pada serabut kelapa bisa menyebabkan kebakaran. Yang jelas semuanya masih diselidiki di lapangan,” terang Gajah.

Penyelidikan, tambahnya juga dilakukan dengan memperdalam keterangan para saksi. Kini, ia memastikan semua bodi Kapal Kencana II sudah ludes dilalap api.

Gajah pun belum bisa menaksir kerugian akibat musibah tersebut. Ia masih menghitung ulang tahun produksi kendaraan dan barang-barang berharga yang tak bisa diselamatkan.

“Jumlah kendaraan yang terbakar meliputi sepeda motor 20 unit, truk kecil satu unit, truk besar 17 unit, mobil pribadi delapan unit, semuanya ada 46 unit,” jelasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.