Kebakaran, MXGP yang Belum Dipertanggungjawabkan, dan Perampokan Minimarket

DPRD Kota Semarang menengarai pembelokan penggunaan dana hibah tersebut. Sementara, IMI Jateng melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah

GEDUNG Kong Tik Soe di kompleks Klenteng Tay Kak Sie, Jalan Gang Lombok, Semarang Tengah, ludes terbakar, Kamis (21/3/2019) pagi. Kong Tik Soe adalah rumah abu yang berfungsi menyimpan abu orang-orang yang telah meninggal. Ada sekitar 150 Sien Cia tau papan nama orang meninggal di dalamnya.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, bangunan Kong Tik Soe sudah tegak berdiri di Gang Lombok. Kong Tik Soe dahulu merupakan Kantor Kongkoan yang dipergunakan pula untuk markas para kapiten (pasukan Tionghoa) dalam perlawanan terhadap Hindia-Belanda.

Rumah abu Kong Tik Soe dijaga oleh seorang bernama Sutiyono alias Thio Tiam lay. Ia telah berumur 82 tahun dan telah 30 tahun menjaga rumah abu tersebut. Sutiyono tewas dalam insiden kebakaran tersebut. Atas kebakaran bangunan yang telah didaftarkan menjadi cagar budaya itu, Pemerintah Kota Semarang melalui Walikota Hendrar Prihadi menyatakan bakal membantu pemulihan Kong Tik Soe.

Sehari setelah insiden Kong Tik Soe, kebakaran kembali terjadi di Semarang. Kali ini api melalap gudang dan bedeng pekerja proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun sepeda motor pekerja dan peralatan lain turut terbakar.

 

Mana Pertanggungjawaban MXGP?  

Nyaris setahun berlalu, pelaksanaan Indo MXGP Motorcross Grand of Indonesia Seri Semarang tahun 2018 masih menyisakan masalah. Kegiatan yang dibiayai dengan dana hibah APBD Semarang 2018 itu belum dipertanggungjawabkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng. Padahal dananya tidak sedikit, mencapai Rp 18 miliar.

DPRD Kota Semarang menengarai adanya pembelokan penggunaan anggaran atas dana hibah tersebut. Sementara, IMI Jateng telah melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Persoalan itu ternyata tidak menghambat rencana pelaksanaan MXGP 2019 di Semarang.  Pemerintah Kota Semarang mengklaim telah mendapatan restu dari IMI Pusat untuk menggelar kejuaraan tersebut. Padahal IMI Jateng menyebut tidak memberikan rekomendasi, lantaran laporan pertanggungjawaban MXGP 2018 yang belum jelas.

 

Perampokan Minimarket

Pekan ini perampokan minimarket 24 jam kembali terjadi di Semarang, Rabu (20/03/2019) dini hari. Dua karyawan disekap oleh perampok yang membawa senjata tajam. Kurang dari 24 jam, empat tersangka perampokan berhasil dibekuk polisi.

Tak dinyana, ketiganya merupakan karyawan minimarket itu sendiri. Dua diantaranya adalah karyawan yang disekap dengan tangan terikat. Diduga, perampokan ini telah dirancang dua hari sebelumnya. Kerugian akibat perampokan ini dilaporkan mencapai Rp 50 juta.

Pada September 2018 lalu, perampokan minimarket 24 jam terjadi sebanyak tiga kali dalam satu bulan. Ketiganya dilakukan oleh satu komplotan. Mereka mengancam penjaga minimarket dengan senjata api. Pada salah satu target sasaran, komplotan perampok juga menyekap penjaga minimarket. (*)

You might also like

Comments are closed.