Keberadaan RTH Diyakini akan Kembalikan Kewibawaan Masjid Kauman

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di atas lahan yang saat ini berdiri Pasar Yaik Baru dan Yaik Permai. Pembongkaran kedua pasar menjadi RTH itu dinilai upaya untuk mengembalikan kearifan lokal (local wisdom).

Kawasan Kauman Semarang bakal dicanangkan menjadi Kampung Quran. Pemkot berencana menjadikan eks lahan Pasar Yaik Baru sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan, lahan kedua pasar itu seluas 10.327 m2 akan dijadikan sebagai RTH atau alun-alun. Langkah ini merupakan bagian dari penataan kembali kawasan heritage Pasar Johar.

‘’Ketika menata kembali kawasan heritage Pasar Johar, tidak lengkap bila fungsi alun-alun tidak dikembalikan,” kata Agus Riyanto di Balai Kota.

Dalam sejarah perkembangan kota di Pulau Jawa, lanjutnya, keberadaan masjid besar dan alun-alun saling berkaitan. Sehingga keberadaan alun-alun ini menjadi salah satu tetenger atau titik nol kota.

Keberadaan alun-alun sebagai RTH, ini juga akan mengembalikan kewibawaan Masjid Besar Kauman yang ada di sana. Sejak alun-alun hilang, keberadaan Masjid Besar Kauman seakan- akan tenggelam oleh keberadaan bangunan yang ada di sekitarnya.

Sementara terkait nasib pedagang Pasar Yaik Baru dan Yaik Permai, Dinas Perdagangan sebelumnya menyatakan akan direlokasi sementara di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Bersama pedagang Pasar Johar yang sudah lebih dulu direlokasi di sana.

‘’Seluruh pedagang yang direlokasi di lahan MAJT ditargetkan bisa menempati Pasar Johar pada tahun 2020. Sebab pembangunan Pasar Johar yang tahun ini sudah dimulai dengan penguatan bangunan cagar budaya ditargetkan selesai pada 2019,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto. (duh)

You might also like

Comments are closed.