Kebijakan Impor Bikin Petani Garam Was-was

METROSEMARANG.COM – Kebijakan pemerintah mengimpor garam mendapat tanggapan dari petani garam lokal. Dikhawatirkan, impor dengan jumlah besar akan melemahkan harga garam lokal.

Petani garam di Jepara mulai was-was dengan kebijakan pemerintah mengimpor garam. Foto: metrojateng.com

“Boleh-boleh saja impor garam dari luar, asalkan disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai membuat harga garam lokal anjlok,” kata Saroni (48), petani garam krosok Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Rabu (2/8).

Di aku in ya, harga garam krosok memang sedang melambung tinggi. Yakni mencapai Rp 300.000 per tombong dengan berat 80 kilogram.

“Artinya, harga garam krosok lokal dari produsen mengalami kenaikan Rp 3.750 per kilogram. Padahal, harga normal selama ini hanya Rp 400 per kilogram,” paparnya.

Petani lain, Khamsani (45) mengaku produksi garam krosok masih terkendala cuaca. Sehingga belum dapat panen dengan maksimal. Bahkan hingga kini dirinya belum memiliki stok garam.

“Sudah dipesan pengepul. Ini saja saya sudah dibayar duluan, baru saya panen. Sehingga saya memang belum bisa memiliki simpanan garam di gudang,” pungkas dia. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.