Kebun Raya Baturraden, Penantian 14 Tahun Megawati

Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarno Putri meresmikan Kebun Raya Baturraden bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (19/12). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarno Putri meresmikan Kebun Raya Baturraden bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (19/12). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

METROSEMARANG.COM – Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri meresmikan Kebun Raya (KR) Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/12). Momen ini telah dinanti-nanti putri proklamator RI itu selama 14 tahun.

Ya, KR ini adalah rasan-rasan Mega saat acara penutupan Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Baturraden tahun 2001. Saat itu Mega menjabat Wakil Presiden RI‎. Gubernur Jateng Mardiyanto (kala itu) menindaklanjuti gagasan Mega dengan mengirimkan surat ke menteri kehutanan dan mebentuk Tim Pembangunan KR Baturraden.

Namun realisasinya berjalan sangat lambat. Hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan percepatan melalui keputusan-keputusan strategis.

‎”Ketika mendapat kabar akan dibuka, hati saya “nyess”, sudah lama sekali saya tunggu-tunggu,” kata Megawati pada pidato peresmian KR Baturraden.

Hadir dalam acara ini Menteri Lingkungan Hidup RI Siti Nurbaya, Anggota DPR RI dari Dapil Jateng, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pj Bupati Banyumas, pimpinan LIPI, sejumlah Kepala SKPD Provinsi Jateng terkait, dan lain-lain.

KR Baturraden terletak di kaki Gunung Slamet bagian Seatan. Secara administratif‎ berada di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Kebun raya seluas 143,5 hektar ini terletak 14 km dari kota Purwokerto. Letaknya yang berada pada ketinggian 702-1076mdpl menjadikan udaranya sejuk khas pegunungan.

‎Megawati berharap, KR ini benar-benar dapat menjalankan fungsinya sebagai area konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Secara khusus dengan memiliki kebun raya, ia berharap masyarakat Jateng bisa lebih mencintai alam‎ dan lingkungannya.

“Dari sisi luasan, Kebun Raya Baturraden ini mungkin akan menyaingi semua kebun raya yang sudah ada. Ini tugas Gubernur Jateng, saya tantang setahun ke depan,” kata Megawati yang juga sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kawasan Kebun Raya Baturraden yang ada di kaki Gunung Slamet ini memiliki luas lahan 143 hektare, dan saat ini baru sekitar 11,5 persen yang sudah dikelola secara intensif.

“Nanti perlahan akan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengelolanya,” katanya.

Ganjar mengungkapkan, saat ini sudah dibangun sejumlah kebutuhan fisik dan sarana prasarana di antaranya rumah nepenthes, rumah kompos, rumah kaca, rumah anggrek, pembibitan, taman obat, hingga taman tematik ‘flora of java’, pergola, kantor informasi, gerbang, gazebo, area parkir, rumah dinas, cottage, toilet, jalan gicok, jalan pedestrian, dan jalan eksisting. Kebun ini juga nanti berfungi untuk penanaman dan pemeliharaan koleksi tanaman lain.

Satu diantara keistimewaan KR Baturraden ialah keberadaan Taman Liana. Ini adalah taman tematik kusus mengoleksi tumbuhan merambat, memanjat, atau menggantung. Koleksi Liana di sini berjumlah 122 spesimen, 44 spesies, 38 marga, dan 25 suku.

Selain itu KR Baturraen memiliki Taman Paku-Pakuan. Koleksinya berasal dari eksplorasi hampir seluruh gunung di Pulau Jawa. Yakni Gunung Slamet, Prau, Merapi, Ciremai, Ungaran, dll. Jumlah koleksisnya kini mencapai 245 spesimen yang teriri dri 18 suku, 39 marga, dan 47 jenis.

Secara keseluruhan, wisata baru ini memiliki seluruh flora khas pegunungan di Jawa dengan total koleksi 2.637 spesimen tanaman. Terdiri atas 571 spesies, 394 marga dan 196 suku. Secara keseluruhan, pembangunan Kebun Raya Baturraden menghabiskan anggaran Rp 300 miliar.

Wakil Kepala Pusat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Achmadi Abbas mengatakan, Indonesia membutuhkan 47 Kebun Raya. Saat ini baru ada 27 Kebun Raya yang lima di antaranya di bawah pengelolaan LIPI, dan 22 Kebun Raya dikelola Pemerintah Daerah.

Baturraden merupakan Kebun Raya keempat yang dilaunching setelah Kebun Raya Kuningan (KRK) di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat, Kebun Raya Massenrempulu (KRM) Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, Kebun Raya Balikpapan (KRB) Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

“Kebun Raya Baturraden ini diharapkan dapat mengonservasi seluruh flora yang ada di pegunungan pulau Jawa. Alih fungsi lahan sudah begitu pesat, konservasi pegunungan adalah tugas berat. Membangun Kebun Raya adalah membangun masa depan,” katanya. (byo)

You might also like

Comments are closed.