Kebut Proyek Bandara Apung di Semarang, AP I Sebar Ribuan Mangrove

METROSEMARANG.COM – Otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mengebut proyek pembangunan bandara baru dengan konsep floating airport. Upaya yang dilakukan saat ini yakni dengan menanam 24 ribu bibit mangrove di atas lahan seluas delapan titik lokasi.

Foto: istimewa
General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kol (Cpn) Maryanto mengatakan penanaman bibit mangrove sudah dilakukan berkala sejak tiga tahun terakhir.

Untuk hari ini, Jumat (15/12), pihak bandara kembali menanam 24 ribu bibit mangrove tepat dibawah bangunan Bandara Ahmad Yani yang baru.

“Yang lalu-lalu sudah (ditanam) 44 ribu. Belum lagi yang tiga tahun lalu. Yang hari ini ada 24 ribu mangrove,” kata Maryanto, ketika meninjau penanaman mangrove.

Untuk mengebut penanaman mangrove, kam melibatkan semua elemen stackholder mulai aparat TNI/Polri, warga Tawangmas yang tinggal di dekat bandara dan para petani mangrove.

Ia menganggap penanaman mangrove mampu melestarikan ekosistem bawah laut yang berada di sekitar proyek bandaranya.

Aktivitas itu juga demi mendukung konsep bandara apung (floating airport) yang dirancang untuk pembangunan Bandara Ahmad Yani yang baru.

“Ini sudah sesuai konsep masterplant kami dengan merancang floating airport,” paparnya sembari menunjukan ribuan hektar mangrove yang terhampar di bawah proyek bandara.

Jika bibit mangrove selesai ditebar, kata Maryanto, pihaknya selanjutnya akan membuatkan tracking untuk mendukung wisata alam sebagai pendukung fasilitas bandara baru.

Ia mengaku Angkasa Pura sudah menganggarkan dana khusus untuk membangun proyek water management. Sehingga air yang berasal dari Laut Jawa bisa mengalir lancar menuju instalasi yang terpasang di bandaranya.

Kemudian air laut kembali diolah menjadi air bersih untuk menyuplai kebutuhan air minum bagi calon penumpang maupun pegawai Angkasa Pura yang ada di Bandara Ahmad Yani yang baru.

“Kalau hanya mengandalkan PDAM pasti nantinya menemui kendala. Nah, jika diolah dari laut pasti sistemnya lancar,” kata Maryanto. (far)

You might also like

Comments are closed.