Kebutuhan Listrik Membengkak, Jateng Butuh Tiga PLTU Lagi

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY menyatakan kebutuhan listrik yang membengkak tiap tahunnya membuat wilayahnya membutuhkan tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) lagi hingga 2019 mendatang.

“Kebutuhan daya listrik di Jateng dan DIY tiap tahun mencapai 3500 MW. Itu pun hanya  dipasok dari transmisi pembangkit listrik area Jawa dan Bali yang ada di Tanjungjati, Cilacap, Tambaklorok. Sisanya, 2.500 MW dipasok dari pembangkit-pembangkit kecil di wilayah Salatiga,” kata Manager Humas PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Supriyono, saat dihubungi metrosemarang.com, Rabu (2/3).

Dengan bertambahnya jumlah PLTU di Jawa Tengah, kata dia, maka kebutuhan listrik mampu tercukupi. Ia menyatakan hal ini sudah sangat mendesak mengingat pasokan dari transmisi Jawa dan Bali kini mulai stagnan.

“Sasarannya harus ada pembangkit di Jawa Tengah. Kita seharusnya butuh tiga PLTU lagi di Kendal dan kota-kota pinggiran lainnya. Apalagi, wilayah ini tergolong strategis karena berada di areal penyaluran transmisi Jawa Tengah dan DIY,” sambungnya.

Jika PLTU Batang nantinya beroperasi bisa mencukupi kebutuhan listrik sebesar 2,1 MW. Lebih jauh, ia memaparkan, tahun ini pasokan listrik dari bagian timur Jawa sedang terganggu lantaran terkendala pembebasan lahan proyek transmisi pembangkit Tanjungjati di Jepara.

“Makanya, kami berharap warga setempat agar memahami pentingnya peningkatan kehandalan listrik dari timur Jawa ke Jawa Tengah,” ujar Supriyono. (far)

You might also like

Comments are closed.