Kecam Kekerasan Tentara di Urut Sewu, Mahasiswa Bertelanjang Dada di Depan Kantor Ganjar

Aksi teatrikal mahasiswa di Jalan Pahlawan, Rabu (16/9) untuk mengecam kekerasan TNI terhadap petani di Urut Sewu Kebumen. Foto: metrosemarang.com/ahmad wakid
Aksi teatrikal mahasiswa di Jalan Pahlawan, Rabu (16/9) untuk mengecam kekerasan TNI terhadap petani di Urut Sewu Kebumen. Foto: metrosemarang.com/ahmad wakid

 

METROSEMARANG.COM – Massa mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Walisongo Semarang menggeruduk kantor Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (16/9). Mereka menuntut Ganjar untuk melindungi para petani yang menjadi korban kekerasan TNI di Urut Sewu, Kebumen.

“Kami mengecam keras terhadap keberingasan para aparat militer yang dengan sengaja melakukan tindak kekerasan kepada para petani di Urut Sewu. Aparat militer yang seharusnya melindungi dan mengayomi rakyat justru bertindak yang tidak manusiawi,” teriak Zainal Abidin dalam orasinya.

Seusai berorasi, pendemo melakukan teatrikal yang diperankan oleh empat orang dengan telanjang dada. Dua orang yang bertubuh besar bertuliskan TNI dan dua lainnya sebagai petani.

Korlap aksi, Bima Sakti mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama warga Jawa Tengah. “TNI seharusnya mengayomi rakyat, tetapi dalam kasus ini militer justru menggunakan kekuatannya untuk melawan rakyat kecil,” kata Bima.

Namun, keinginan mahasiswa untuk bertemu Ganjar gagal terwujud. Mereka hanya ditemui oleh perwakilan bagian pemerintahan, Agus Hariyanto. Menurut Agus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus di Urut Sewu tersebut.

“Bapak Ganjar sudah memerintahkan Pj Bupati Kebumen untuk menuntaskan kasus Urut Sewu. Sudah dibentuk tim yang berisi tujuh orang ahli dari UGM (Universitas Gajah Mada), Sekolah Tinggi Pertanahan, dan BPN (Badan Pertanahan Nasional),” beber Agus.

Seperti diketahui, bentrok warga dengan TNI kembali terjadi Sabtu (22/8). Tentara dari ‎Kodim 0709 Kebumen bentrok dengan warga yang menolak pemagaran lahan di Desa Wiromartan, Urut Sewu. Empat warga luka berat dan 17 lainnya luka ringan dan sedang.

Sehari setelah bentrokan itu, Ganjar juga sempat dihadang mahasiswa saat akan mengisi Stadium General di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Saat itu, mantan anggota DPR RI itu menyatakan, pihaknya telah mengkomunikasikan bentrok warga dengan TNI Kebumen dengan Pangdam IV Diponegoro. Ganjar mengaku berjanji akan ikut mengawal polemik lahan itu hingga tuntas. (CR-02)

You might also like

Comments are closed.