Kecelakaan Sang Engon Faktor Kesalahan Manusia

Sopir bus Sang Engon, M Husen, usai menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Sopir bus Sang Engon, M Husen, usai menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang memastikan penyebab utama kecelakaan maut yang menimpa bus Sang Engon, 20 Februari lalu dikarenakan faktor human error. Hal itu diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sang sopir, dan keterangan dari saksi ahli, pemilik serta korban.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, sopir Muhammad Husein (56), salah memperhitungkan kecepatan kendaraan, karena mengaku mengetahui medan.

“Sopir bilang ke penyidik salah jalan. Tujuannya ke gerbang tol Gayamsari, tapi malah salah ke arah gerbang tol Tembalang,” katanya, Jumat (6/3).

Alhasil, kesalahan tersebut justru  berakibat fatal. Menurut Pungky, sopir memperkirakan setelah tikungan ada sebuah jalan tanjakan, sehingga dia tidak perlu mengurangi gigi, namun ia salah, ia malah menambahnya agar langsung tancap gas.

“Dia ingat soal tikungan lalu ada tanjakan. Setelah kami cek, jalan yang dimaksud ke arah Tol Gayamsari. Kalau ke arah Tol Tembalang setelah tikungan itu jalan menurun,” imbuhnya.

Akibatnya bus berpenumpang 68 orang tersebut hilang kendali dikecepatan 100 kilometer perjam. Bus melintasi pembatas jalan tol setinggi 80 centimeter dan terguling ke sisi kanan lalu terhenti di dinding jurang. Dalam kecelakaan tersebut, 18 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. (yas)

 

 

 

 

 

You might also like

Comments are closed.