Kedungjangan Mijen Ancang-ancang Jadi Kampung Buah

METROSEMARANG.COM – Kampung Kedungjangan di Kecamatan Mijen, Semarang terus berbenah menjelang ditetapkan menjadi kampung tematik buah oleh pemerintah kota setempat.

Kedungjangan Mijen bersiap menjadi Kampung Buah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Marzuki, Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Purwosari di Kampung Kedungjangan mengatakan para pendamping pertanian belum lama ini menyambangi kampungnya untuk memberikan penyuluhan berkaitan dengan pembentukan kampung buah.

“Kemarin kita sudah ketemu sama pendampingnya, saat ini tinggal menunggu kesiapan dari pihak ketiganya,” kata Marzuki saat ditemui metrosemarang.com, Senin (15/5).

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang juga sudah menyalurkan bantuan 400 pohon bibit buah. Bantuan berupa bibit jambu kristal, klengkeng dan durian.

“Yang diperbanyak bibit jambu kristal karena harga jual di pasaran sangat bagus dan tahan perubahan cuaca,” bebernya.

Budidaya buah di Kedungjangan, menurutnya kini semakin beragam. Pihaknya juga mengembangkan budidaya pepaya varietas dari Kalifornia. Ia menambahkan sejauh ini permintaan buah yang datang dari dalam maupun luar kota tergolong tinggi.

Dalam sebulan, jumlah permintaannya bisa mencapai 30-40 kilogram. “Kita sampai kurang stok. Saking banyaknya pembeli yang datang kemari,” akunya.

Kedungjangan yang dihuni 25 Kepala Keluarga itu punya perkembangan budidaya buah yang cukup bagus. Bahkan, tiap pohon bisa memghasilkan 2 kilogram buah sekali panen.

“Kami sekarang sedang mematangkan konsep kampung tematik. Pemkot sudah memberi bekal pelatihan pemberdayaan masyarakat agar semua orang di sini memahami apa saja manfaat yang diperoleh dari hasil program tersebut,” tukasnya.

Sedangkan Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Purwosari Mijen, Hadi Prayitno mengapresiasi upaya pemkot untuk membentuk kampung buah di wilayahnya.

Pasalnya, Kedungjangan memang dikenal sebagai sentra penghasil buah sejak lama lantaran punya luasan areal kebun mencapai 6,9 hektare.

“Jumlah buah yang dipanen tiap tahun lebih banyak daripada kebun buah yang ada di Gunungpati. Warga Gunungpati malah sering memesan buahnya dari sini. Jadi ini sangat potensial untuk dikembangkan,” ujar Hadi. (far)

You might also like

Comments are closed.