Kejar Layangan, Bocah 9 Tahun Tenggelam di Kali Bodri

METROSEMARANG.COM – Diduga tidak bisa berenang, seorang bocah 9 tahun tenggelam di Kali Bodri saat bermain layang-layang, Minggu (4/3) siang. Korban diketahui bernama M Fauzan warga Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring. Sampai sore ini Tim SAR masih menyisir di sekitar lokasi.

Tim SAR BPBD dan warga menyisir sungai Bodri untuk mencari korban tenggelam bernama M Fauzan, Minggu (4/3) siang. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Peristiwa itu bermula saat Fauzan bersama dua rekannya, Kamal dan David bermain layang-layang di bantaran Kali Bodri. Layangan yang mereka mainkan terputus dan tersangkut di perahu milik Katiyono yang disandarkan di tepi kali.

Ketiganya lalu mengambil layangan tersebut. Saat berpijak dari perahu ke bibir kali, dua rekan korban berhasil. Namun, sewaktu M Fauzan hendak meloncat dari perahu ke talud sungai, diduga kuat terpeleset dan terjatuh ke Kali Bodri. Saat itu kondisi aliran air di kali cukup kencang.

‘’Tidak ada yang tahu persis kejadiannya. Dua rekan korban mengaku mereka mengambil layangan yang tersangkut, dan saat kembali, korban terjatuh ke kali. Saat kejadian, di perahu tidak terdapat pemiliknya. Posisi perahu disandarkan di tepi sungai dan diikat ke tiang dengan menggunakan tali’’ kata Kades Korowelang Kulon, Triyono.

Warga yang menerima informasi, segera melaporkan ke pihak desa dan dilakukan pencarian. Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal yang menerima laporan, tidak berselang tiba di lokasi. Petugas SAR dibantu warga menyisir Kali Bodri untuk mencari korban.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Slamet, mengatakan, setelah menerima informasi, pihaknya segera menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Tim SAR juga menggunakan perahu karet untuk menyisir tengah sungai. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi jatuhnya korban ke utara hingga sekitar dua kilometer. ‘’Kami masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang terjatuh di Kali Bodri. Warga menyisir di tepi kali, sedangkan kami menyisir di bagian tengah,’’ kata Eko, salah satu anggota SAR yang turun ke lokasi. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.