Kejari Kecolongan saat Harini Pindah Rumah Sakit

Asep Nana Mulyana Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Asep Nana Mulyana
Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Tersangka kasus korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) tahun 2007, Harini Krisniati sempat keluar dari RS Telogorejo dan berpindah ke RS Kariadi Semarang. Namun, hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan pihak Kejaksaan Negeri Semarang.

Ia diketahui meninggalkan RS Telogorejo Semarang sejak Jumat (8/5) pagi. Saat itu tim penyidik Kejari tidak mendapat ruang pantauan di dekat kamar tersangka, oleh karena itu tersangka bisa meninggalkan rumah sakit dengan leluasa. Kejari baru mengetahui kepindahan tersebut, setelah di hubungi oleh pihak RS Kariadi Semarang.

“Setelah tahu yang bersangkutan di RS Kariadi,  kami berikan kesempatan bagi pihak RS untuk melakukan observasi terhadap kondisi yang bersangkutan. Setelah kami dapat rekomendasi dari dokter yang bertanggung jawab, maka kami langsung lakukan penindakan,” kata Kajari Semarang Asep Nana Mulyana di kantornya, Senin (11/5).

Sementara itu, Direktur Umum dan operasional RS DR Kariadi, dokter Darwito S.H.Spb(K) Onk menerangkan  bahwa kondisi pasien dipastikan tidak memerlukan perawatan lagi. “Oleh karena itu, maka pasien sudah tidak memerlukan perawatan dan bisa pulang hari ini,”kata Darwito.

Harini resmi dijebloskan ke Lapas Wanita Bulu setelah dijemput Tim Kejari Semarang di RS Kariadi, Senin sore. Staf ahli Wali Kota Semarang itu semula akan ditahan pada 28 April 2015. Saat itu, Harini tiba-tiba ambruk saat akan dimasukkan ke dalam mobil tahanan yang akan membawanya ke Lapas Wanita Bulu.

Harini Krisniati ditetapkan sebagai tersangka selaku sekretaris panitia SPA 2007 pada 6 Januari lalu. Sebagaimana diketahui, dana sponsor di luar APBD Rp 3,5 miliar itu dikelola secara menyimpang dari ketentuan dan tidak dilaporkan ke kas daerah. Sebagian besar dana sponsor, yaitu Rp 600 juta tersimpan di rekening atas nama tersangka Harini Krisniati di Bank Jateng. Sekitar Rp 200 juta di dalam kas dan disimpan di kantor. (yas)

You might also like

Comments are closed.