Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Baru Korupsi Dana Hibah KONI Semarang

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

SEMARANG – Penyidik Kejari Semarang menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Semarang tahun 2012-12013. Salah satu tersangka baru itu disebut-sebut merupakan pengurus teras salah satu parpol di Semarang.

Penetapan tiga tersangka tersangka tersebut ditorehkan melalui Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dengan nomor, 05/O.3.10/Md.1/08/2015, kemudian 06/O.3.10/Md.1/08/2015, dan 07/O.3.10/Md.1/08/2015, pada 26 Agustus kemarin.

Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana, mengataan ketiga tersangka baru tersebut merupakan pengurus-pengurus KONI Kota Semarang. Ketiga tersangka diperoleh dari pengembangan atas penyidikan terhadap dua tersangka sebelumnya  Djody Aryo Setiawan selaku bendahara umum dan Suhantoro selaku sekretaris umum. Keduanya sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Semarang.

“Ketiga tersangka yang kami tetapkan tersangka merupakan pengurus KONI Kota Semarang. Ketiganya berinisial S, M dan T. Kami tetapkan mereka jadi tersangka berdasar alat bukti yang ada,” kata Asep, Senin (31/8).

Asep pun enggan membeber lebih jauh tentang identitas ketiga tersangka baru ini. Termasuk saat didesak apakah salah satu tersangka merupakan pengurus partai politik. Dia menegaskan, ketiganya telah melakukan tindak pidana dan harus dimintai pertanggungjawaban.

“Proses penyidikan terus berkembang. Ada sembilan orang yang kami panggil dan diperiksa sebagai saksi untuk ketiga tersangka. Tersangka juga akan kami periksa terkait  LPJ fiktif dan sejumlah fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, penyidik sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk Wakil Bendahara II KONI Semarang Teguh Widodo, pejabat pengadaan Sudibyo dan Mochtar Hidayat. Mereka juga pernah dihadirkan di persidangan untuk terdakwa Suhantoro dan Djody.

Dalam kasus ini, dana hibah 2012-2013 yang dicairkan berjumlah Rp 19 miliar. Dana tersebut diduga telah diselewengkan karena banyak temuan pemotongan dana terutama dari cabang olahraga (cabor), pengadaan lelang seragam senilai Rp 745 juta yang tidak dibayarkan ke rekanan serta penggelembungan harga di sejumlah item terkait kegiatan Porprov di Banyumas dan Purwokerto.

Berdasarkan perhitungan penyidik dan dibantu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng, kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 1,575 miliar. (yas)

You might also like

Comments are closed.